Butuh Rp 257 M buat rehabilitasi ribuan hektare hulu Cimanuk & Citarum


Ilustrasi Sungai Citarum
Bandung.merdeka.com - Sedikitnya 28 ribu hektare hulu daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk dan Citarum masuk dalam kategori kritis. Pemerintah berusaha melakukan rehabilitasi untuk mengembalikan kembali fungsinya.
Hal itu disampaikan Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, usai Pemprov Jabar menggelar rapat dengan Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (11/1).
"Jadi yang kritis mencapai 28 ribu hektare, makannya dalam kegiatan ini dibahas penghijauan atau rehabilitasi hutan dan lahan untuk di hulu ini," kata Aher.
Dalam rapat itu keluar anggaran yang nantinya akan digelontorkan murni dari APBN untuk membenahi dua hulu aliran sungai tersebut, yakni Rp 257 miliar. Anggaran itu berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
"Biayanya Rp 257 miliar yang asalnya Rp 320 miliar. Ini dibagi buat Cimanuk dan Citarum. Tapi karena ada musibah di Bima juga jadi dibagi tiga tempat," katanya.
Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian LHK Hilman Nugroho, mengatakan 28 ribu kawasan kritis akan ditanami pepohonan guna mengembalikannya menjadi lahan konservasi. "Jadi ada penanaman di kawasan hutan dan luar kawasan hutan. Luasannya untuk DAS Cimanuk dan Citarum ada 28 ribuan hektare," ujarnya di tempat sama.
Untuk kawasan Cimanuk hulu yang direhabilitasi di dalam kawasan hutan reboisasi 6.400 hektare, sementara di luar kawasan hutan 3.000 hektare. Sedangkan untuk Citarum di dalam kawasan hutan reboisasi seluas 12 ribu hektare dan di luar kawasan hutan 6.715 hektare.
Dia berharap, pembenahan di kawasan hulu tersebut bisa mengembalikan fungsi awal sebagai hutan lindung. Apalagi disebut-sebut kerusakan DAS Cimanuk ini menjadi penyebab banjir bandang di Kabupaten Garut pada September lalu.
"Jadi tiga sampai empat tahun rehabilitasi hutan akan mengubah lahan kembali ke fungsi semula," katanya.
Disinggung soal pengawasan, menurut dia telah dibentuk tim sehingga program tetap berlangsung dengan baik hingga pohon yang ditanam bisa tumbuh.
"Ini tadi dibentuk tim. Tim sekaligus menilai di lapangan dan pengawasan monitoing diikuti sampai tiga tahun. Harus jadi dulu (pohonnya)," ujarnya.
Selain penanaman pohon, akan dibangun konservasi tanah dan air (KTA), yaitu DAM penahan 270 unit, gully plug 915 unit, sumur resapan air 3.050 unit di Cimanuk hulu. Sedangkan di Citarum hulu DAM penahan 200 unit, gully plug 605 unit dan sumur resapan air 4.586 unit.
Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Budi Susatijo, mengatakan segera memulai program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di kawasan hulu dua DAS tersebut. Rehabilitasi akan diketuai langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia melanjutkan, pada program ini kegiatan diawali dengan pembibitan yang akan dimulai pada April.
"Teknis bisa mulai April saat kemarau bisa pembibitan, bikin sumur resapan hingga pemberdayaan kelompok," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak