Aher geram banyak atlet PON Jabar gunakan doping


Ahmad Heryawan
Bandung.merdeka.com - Ketua Umum PB PON XIX/2016 Jabar Ahmad Heryawan menyesalkan ketika ada empat atlet kontingen Jabar didapati positif mengunakan doping. Namun, Aher, sapaan akrabnya, menyerahkan pada dewan disiplin Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menindaklanjuti temuan laboratorium bahwa atletnya positif menggunakan obat untuk meningkatkan performa itu.
"Menyesalkan ya adanya temuan doping atlet dan paralimpian ini. Kami ingin sosialisasikan program antidoping, tapi ini ada atlet melakukan tindakan tidak terpuji untuk meningkatkan kinerja fisik. Ini penipuan," kata Aher yang merupakan Gubernur Jabar itu di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (9/1).
PON Jabar sebagai hajat olahraga terbesar nasional sudah seharusnya menjunjung tinggi sportivitas, salah satunya meraih prestasi dengan kejujuran. "Kan yang harus dijunjung tinggi adalah kejujuran dan nilai moralnya," ujarnya.
Temuan PB PON dan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) itu, lanjut dia, membuat empat atlet asal Jabar dari 12 seluruh Indonesia terancam dicabut raihan prestasi individu yang sudah didapat. "Ini bukti ketegasan. Medali dan bonus akan dicabut," ujarnya.
Dari ke-12 atlet tersebut, mereka berasal dari empat cabang olahraga ; Binaraga (8 atlet), berkuda (1), angkat berat (1) dan menembak (2).
‎Wakil Ketum KONI Pusat I Nugroho mengatakan, seluruh atlet yang positif menggunakan doping tentu akan ada sanksi yang diberikan. Tapi sanksi akan diberikan ketika sudah ada keputusan tetap, dan tidak ada banding yang dilakukan para atlet tersebut.
‎"Ancaman sanksinya sekarang adalah 4 tahun skorsing. Ada kemungkinan pasal yang diberikan ada keringanan kalau memang alasan diterima dan zat memang tidak non spesifik," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak