PNS mengeluh gaji telat, Aher bilang "manja banget sih PNS"


Ilustrasi PNS
Bandung.merdeka.com - Pada awal 2017 roda pemerintahan di Provinsi Jawa Barat dan beberapa kabupaten/kota lainnya terusik dengan keterlambatan gaji para PNS. Gaji dibayarkan terlambat sebab baru masuk administrasi Struktur Organisasi Tata Kerja (STOK) baru.
Hal itu dibenarkan Asisten Daerah Bidang Administrasi Jawa Barat M. Solihin saat dikonfirmasi wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/1). "Iya (belum terbayarkan). Tapi bukan telat sebenarnya. Kan wajar kemarin SOTK baru dilantik 31 Desember," katanya. Biasanya gaji para PNS dibayarkan per tanggal 1.
Rampungnya pelantikan di penghujung tahun membuat segala bentuk administrasi ada penyesuaian kembali. Sehingga ini berdampak pada tertundanya gaji para PNS. "Kan dari 31 Desember, kepotong tahun baru, terus 2 Januari baru masuk. Sekarang administrasi sedang diproses," ucapnya.
Menurut dia ada proses penyesuaian terutama untuk OPD yang mengalami penambahan atau pengurangan pegawai. Namun ia memastikan proses tersebut tidak akan berlangsung lama. "Jadi minggu ini juga cair. Termasuk yang 28 ribu guru juga cair," ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa juga menyebutkan keterlambatan gaji terjadi pada guru-guru yang beralih status menjadi PNS provinsi jabar. Dia mengaku, keterlambatan karena masih ada beberapa penyesuian pembayaran gaji.
Misalkan, kata dia, seluruh pegawai yang pembiayaannya dari Pemprov Jabar dibayarkan via rekening BJB melalui perseorangan langsung. "Kita akan lakukan satu per satu administrasi dimana rekening disesuaikan dengan kita. Kas daerah kita ada di BJB maka akan diarahkan ke BJB juga supaya lebih cepat," ujarnya.
Dia memastikan keterlambatan ini tidak akan memakan waktu lama. Sesegera mungkin pemerintah provinsi akan menyelesaikan administrasi untuk penyaluran gaji pegawai. "Paling lambat sebelum tanggal 10," ucapnya.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengimbau PNS tidak terlalu khawatir dengan keterlambatan gaji. Apalagi waktu kerja di awal 2017 ini juga baru dimulai dan belum akan berakhir. Sehingga dia meminta itu tidak usah dipermasalahkan.
"Terlambat dua hari, manja banget sih PNS. Terlambat sedikit enggak masalah. Saya enggak setuju 2-3 hari disebut terlambat. Kalau tanggal 20 belum turun itu terlambat," kata pria yang akrab disapa Aher ini.
Dia berharap, hal itu juga tidak menjadi kewajiban sebagai pelayan masyarakat terganggu. "Saya pengennya PNS enggak ngeluh‎. Tapi kewajiban terus dilakukan, hak terus-terusan, gaji belum turun ngeluh. Ya sikapi dengan dewasa, kan ada kesibukan peralihan, enggak akan seminggu," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak