Ini faktor penyebab tingginya kematian ibu di Jabar

Kepala Seksi KIA Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Djuanita
Bandung.merdeka.com - Ada tiga faktor yang berpengaruh terhadap tingginya kasus kematian ibu di Jawa Barat, diantaranya adalah faktor 3T. Maksud dari 3T adalah penanganan pasien dipelayanan fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit dan Puskesmas.
Kepala Seksi KIA Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Djuanita menjelaskan, 3T yang dimaksud adalah terlambat mendapat pertolongan, terlambat rujukan, dan terlambat mendapatkan pelayanan difasilitas.
"Banyak sekali penyebab terjadinya kematian ibu saat kehamilan ataupun melahiran. 3T ini merupakan faktor yang berpengaruh di antara banyaknya kasus kematian ibu," ujar Djuanita saat ditemui dalam acara diskusi "Pencegahan Kematian Ibu dan Bayi" di Graha Kompas, Rabu (30/11).
Ia menjabarkan, tingginya kasus angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Jawa Barat perlu dijadikan perhatian yang "tidak biasa-biasa saja", karena kematian ibu mencerminkan belum memadainya kualitas pelayanan kesehatan ibu, rendahnya kepedulian pada hak-hak perempuan dan lainnya.
Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia menjadi salah satu provinsi yang "menyumbangkan" jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir secara nasional.
"Dalam laporan Dinkes Jabar tahun 2015 disampaikan bahwa jumlah kasus kematian ibu melahirkan karena kehamilan, persalinan, dan nifas meningkat cukup tajam dari 748 kasus d itahun 2014 menjadi 823 kasus ditahun 2015," kata Djuanita.
Kondisi serupa terjadi pada bayi baru lahir yang jumlah kematiannya juga meningkat dari 3098 kasus di tahun 2014 menjadi 3369 kasus di tahun 2015.
Rata-rata setiap hari di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 terjadi kurang lebih dua kematian ibu. Baik dalam masa kehamilan, bersalin, nifas yang tercatat serta lebih kurang sembilan bayi baru lahir berumur kurang dari 28 hari meninggal yang tercatat setiap harinya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak