Indonesia punya potensi jadi pusat bio based economy dunia

user
Muhammad Hasits 01 November 2016, 11:32 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Ketua Umum Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (IKABI), Tatang H. Soerawidjaja mengatakan, Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk menjadi pusat bio-based economy dunia yang tidak hanya mampu memproduksi energi, melainkan juga menyuplai produk berbasis nabati lainnya.

"Tentu saja, potensi Indonesia sangat besar untuk menjadi pusat bio-based economy dunia," ujar Tatang yang juga merupakan dosen senior Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara "Milad Teknik Kimia ke 75" di Aula Barat ITB, belum lama ini.

Indonesia, dijelaskan Tatang, tidak hanya mampu memproduksi energi, tetapi juga sekaligus mampu menyuplai pangan, energi, dan produk-produk lain berbasis nabati jika dibangun secara terintegritas.

"Keanekaragaman nabati Indonesia menyimpan aneka tumbuhan multifungsi yang belum dimanfaatkan dengan baik, padahal di sini tanaman bisa tumbuh lebih cepat dan lebih besar. Peluang yang dibuka oleh pergerakan dunia ke arah bio-based economy harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Jangan sampai kita lagi-lagi ketinggalan," jelasnya.

Untuk itu, Indonesia membutuhkan kegiatan penelitian dan pengembangan yang fokus menciptakan teknologi untuk memanfaatkan sumber daya nabati.

Sementara itu, Tatang menjabarkan bahwa di bidang pangan terjadi kompleksitas yang sangat mendasar untuk pemenuhan kebutuhan pangan yang berkelanjutan. Dari tahun ke tahun, selain kenaikan jumlah penduduk yang signifikan, penurunan produksi juga terjadi secara terus menerus sehingga volume impor selalu meningkat.

"Penurunan produksi terutama disebabkan keterbatasan lahan, pengelolaan yang masih tradisional, dan berkurangnya minat untuk bekerja di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan kelautan. Kurangnya minat terutama disebabkan tidak ada jaminan masa depan yang cerah untuk berkarier di keempat bidang tersebut," jelasnya.

Kredit

Bagikan