Kenalkan anak pada gerak kreatif di NuArt Sculpture Park

NuArt Sculpture Park
Bandung.merdeka.com - NuArt Sculpture Park, Jalan Setraduta Kencana 2 No 11 Bandung, tidak hanya sebagai galeri atau taman patung karya-karya seniman kondang I Nyoman Nuarta. Di taman asri ini juga ramah pada anak-anak.
Salah satu kegiatan untuk anak yang ada di NuArt adalah creative movement workshop, yaitu gerak kreatif seperti tarian dengan gerak tetapi lebih bebas. Gerakan ini baik dilakukan oleh anak, untuk melatih otot-otot anak sekaligus mengenalkan anak pada dasar tarian, yaitu gerak sendiri.
Creative movement workshop dikoordinir penari Keni Keni Soeriaatmadja dan RatnaYulianti. “Creative movement workshop memang ada di NuArt. NuArt punya konsentrasi besar pada regenerasi anak dan anak muda terkait kepedulian mereka terhadap lingkungan dan seni,” kata Keni, saat berbincang dengan Merdeka Bandung.
Itu sebabnya pekan lalu NuArt mendukung acara Hompila yang digagas Manaswara, yakni sebuah festival musik untuk anak. “Visi misinya cocok dengan NuArt. Maka kita fasilitasi dan kita jadi partnership,” jelasnya.
Creative movement merupakan gerakan yang diambil dari tarian. Perbedaan creative movement dengan seni tari adalah pada pakem atau pola gerak.
“Creative movement dasarnya dari nari. Kalau nari ada tuntutan atau pakem khusus. Kalau creative movement lebih ke arah anak senang bergerak,” terangnya.
Gerakan ini didasari pentingnya gerak pada anak. Orang tua harus menyadari bahwa anak-anak mereka perlu bergerak menggerakan anggota tubuhnya.
“Tiap anggota tubuh punya potensi untuk bergerak, karena kadang sehari-hari anak suka lupa menggerakan bagian tubuh, non aktif. Dengan begitu akan merangsang kepekaan mereka terhadap musik, terhadap lingkungan dengan seni gerak,” paparnya.
Sebelum belajar tari, anak-anak sebaiknya dikenalkan dulu pada creative movement. Sehingga anak akan terbiasa bergerak sebelum terikat oleh pakem-pakem dalam tarian.
“Kalau belajar tari Bali atau Sunda misalnya itu biasanya ada pakem yang harus diikuti. Kalau creative movement inginnya anak-anak kreatif, punya kebebasan untuk gerak. Dengan kata lain gerak sebagai media mereka untuk berekspresi,” katanya.
Creative movement merupakan ekspresi anak di dalam maupun di luar ruangan. Anak-anak yang tidak suka bergerak diharapkan menjadi suka gerak lewat creative movement.
“Creative movement harus bisa dilakukan di mana saja, namanya juga ekspresi anak melalui gerak,” katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak