Buat batik sendiri, siswa Santo Aloysius Bandung catat rekor dunia

Pemberian hadiah pada karya batik terbaik
Bandung.merdeka.com - Siswa Santo Aloysius Bandung membuat rekor baru yang dicatat Museum Rekor Indonesia (Muri). Mereka membuat batik hasil proses membatik sendiri. Batik tersebut kemudian menjadi seragam yang mereka kenakan sebagai batik sekolah.
Membatik dilakukan oleh 2.500 siswa sekolah Santo Aloysius Bandung tingkat SD, SMP, SMA. Proses membatik dilakukan selama lima bulan, sejak Agustus sampai Desember 2015.
Berkat proses kreatif tersebut, para siswa mendapat penghargaan Rekor Dunia dari Muri. Penghargaan diberikan langsung Senior Manajer Muri, Yusuf Ngadri di hadapan ribuan siswa dan guru Sekolah Santo Aloysius Jalan Batununggal Indah II Nomor 30 Bandung.
“Apakah Sekolah Santo Aloysius layak mendapatkan rekor Muri? Saya pikir sangat-sangat layak. Lebih dari itu Sekolah Santo Aloysius merancang dan mengenakan batik sebagai seragam sekolah,” kata Yusuf Ngadri, yang disambut germuruh ratusan siswa yang berbaris usai upacara penaikan bendera Senin pagi.
Siswa yang berbaris semuanya mengenakan batik yang didominasi warna biru dengan motif bunga lili lambang Sekolah Santo Aloysius. Sementara bagian bawah batik memuat banyak motif dengan warna semarak hasil kreativitas bebas para siswa, mulai motif binatang, alam, simbol-simbol tradisional dan lainnya. Batik yang dikenakan dibuat dengan dilukis dan dicap.
Pembacaan piagam rekor dunia dari MURI
© 2016 merdeka.com/Iman Herdiana
Selain tercatat sebagai rekor baru, Muri juga mengapresiasi dengan memberikan penghargaan Rekor Dunia lewat Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia-Indonesia Nomor 7320/R.Muri/II/2016. Penghargaan diberikan kepada Yayasan Satya Winaya atas rekor Seragam Batik Sekolah Hasil Karya Siswa Terbanyak.
Yusuf Ngadri menjelaskan, batik seragam tersebut dibuat siswa Sekolah Santo Aloysius. “Ini mengukir rekor baru, sebelumnya tidak pernah ada sekolah yang merancang batik dengan siswa, kemudian diaplikasikan jadi batik seragam kebanggaan sekolah,” katanya.
Ia yakin, di dunia belum ada sekolah yang melibatkan 2.500 siswanya untuk membut batik dan menjadikannya sebagai seragam sekolah. Karena itulah Muri memberikan piagam penghargaan Rekor Dunia.
“Di dunia manapun pasti tidak ada, itu kenapa jadi rekor dunia. Batik sebagai warisan budaya dunia, kita berlomba melestarikan warisan bangsa ini. Mudah-mudahan kreativitas ini menular ke sekolah-sekolah lain,” ungkapnya.
Sekolah Santo Aloysius merupakan sekolah yang dikembangkan Yayasan Mardiwijana Bandung dan Yayasan Satya Winaya. Ketua Yayasan, Sherly Iliana, mengatakan ide membatik tersebut dilatarbelakangi keinginan sekolah untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa, yaitu batik.
“Kami ajak civitas akademika agar bangga mengenakan batik,” kata Sherly. Dari 2.500 motif batik yang dihasilkan siswa, telah dipilih 87 karya terbaik. Rencananya dari 87 karya tersebut akan dipilih untuk dijadikan seragam sekolah selama beberapa tahun ke depan.
Dalam kesempatan itu hadir perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Kota Bandung, serta gereja Katedral Bandung.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak