Pemkot Bandung akan kampanyekan pola hidup hemat saat Ramadan


Ridwan kampanye pola hidup sehat saat Ramadan
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung akan mulai mengkampanyekan pola konsumsi yang tidak berlebihan saat memasuki bulan Ramadan. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, bulan Ramadan semestinya menjadi momentum untuk berhemat, bukannya menambah pola konsumsi yang berlebihan.
"Kita mau kampanye agar tidak mengkonsumsi berlebihan. Kan masalah utamanya harusnya bulan puasa ini kita berhemat, ternyata malah berlebihan. Bulan Ramadan itu kan kita menahan diri, lebih berempati kepada fakir miskin. Tapi kenyataannya konsumsi daging, biaya konsumsi barang meningkat pesat. Melihat itu, menurut Saya ada yang kurang pas," ujar Ridwan kepada wartawan saat acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (18/5).
Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut, salah satu bentuk kampanye yang akan dilakukan, utamanya untuk komoditas sembako. Sebab meningkatnya konsumsi masyarakat menjadi salah satu pemicu naiknya harga komoditas jelang Ramadan.
"Jadi kampanye hidup hemat ini harus menjadi tradisi baru ya. Tidak harus segalanya baru, tidak harus membuat konsumsi sembako berlebihan," katanya.
Selain mengkampanyekan pola hidup berhemat, pihaknya juga akan mengkampanyekan daging sapi beku dalam waktu dekat. Selain memiliki kualitas yang sama dengan daging segar, daging beku ini memiliki harga yang lebih murah
"Jadi saya akan kampanye daging beku ya dalam waktu dekat karena harga daging sapi beku ini hanya Rp 80 ribuan per kilogram dibanding sapi yang langsung dipotong Rp 120 ribu. Kita akan kampanye kreatif menunjukkan bahwa daging beku itu sama aja. Jadi ini hanya masalah edukasi persepsi," ujarnya.
Lebih lanjut Emil mengatakan, untuk menekan tingginya harga komoditas yang disebabkan panjangnya jalur rantai distribusi, pihaknya juga berencana menggunakan pendekatan teknologi. Sehingga masyarakat yang akan membeli komoditas cukup pesan lewat aplikasi.
"Saya akan memulai sebuah proses dimana warga Bandung bisa beli beras langsung ke petani dengan sistem hp. Kayak go food lah kira kira begitu tapi yang dibeli adalah beras. Supaya memotong harga yang terlalu berlebihan yang diatur oleh kartel pedagang," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak