Akan merusak lingkungan Walhi Jabar minta batalkan proyek kereta cepat

Oleh Farah Fuadona pada 28 Januari 2016, 10:09 WIB

Bandung.merdeka.com - Walhi Jawa Barat mendesak pemerintah untuk membatalkan proyek kereta cepat (High Speed Train) Jakarta-Bandung. Hal ini dinilai akan membahayakan lingkungan di sekitar daerah yang dilalui kereta cepat.

“Walhi Jawa Barat dengan ini menyatakan sikap agar pemerintah pusat membatalkan proyek kereta berkecepatan tinggi. Karena tidak ada kepentingannya terhadap publik dan hanya mengancam lingkungan hidup,” kata Direktur Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan, Kamis (28/1).
 
Walhi Jawa Barat berani memastikan proyek tersebut akan mengancam hilangnya ruang kelola masyarakat, seperti sawah, kebun, dan permukiman. Selain itu kondisi sungai-sungai yang akan dilalui jalur kereta juga sangat rentan tercemar dan rusak.
 
Ia mengungkapkan banyak alasan tuntutan pembatalan proyek kereta cepat. Pertama, proyek tersebut menyimpang dari yang direncanakan dalam RPJMN 2015–2019.
 
RPJMN 2015 – 2019 menyebutkan, agenda pembangunan mewujudkan Indonesia yang asri dan lestari. Namun faktanya arah kebijakan yang digulirkan dalam menjalankan program pembangunan tersebut  menyimpang dari yang direncanakan.“Hal ini terbukti pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung,” ujar Dadan.
 
Ia mengungkapkan, proyek sarana dan prasarana kereta cepat merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah China. Ditindaklanjuti dengan membentuk perusahaan konsorsium, yaitu PT. Kereta Cepat Indonesia China (PT.KCIC). Sumber dana pembanguan berasal dari pinjaman ke China Development Bank (CDB).
 
Sarana jalur kereta akan membentang sejauh 140, 9 kilometer. Jalur trasenya bermula di Kota Jakarta Timur kemudian melalui Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, dan berakhir di Kabupaten Bandung.
 
Walhi Jawa Barat memperkirakan, secara keseluruhan proyek ini akan berada di  4 Kota dan 5 Kabupaten.
 
“Merujuk pada lintas wilayah dari proyek tersebut sudah dipastikan berdampak besar pada menurunnya kualitas lingkungan hidup dan layanan alam,” kata Dadan.
 
Lebih dari itu, sambung dia, proyek ambisius tersebut akan menimbulkan alih fungsi yang membabi buta. Proyek akan menghasilkan dampak turunan berupa properti, permukiman elit, apartemen mewah, dan kawasan industri.
 
“Hal itu dipastikan akan merubah rona lingkungan bentang alam. Beban daya dukung dan daya tampung lingkungan di sepanjang dan sekitar perlintasan kereta berkecepatan tinggi ini akan semakin bertambah,” ungkapnya.

Tag Terkait