Kagum pada Jokowi, Ridwan Kamil: Kerja harus cepat
Ridwan Kamil dan Jokowi
Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terlihat lelah saat menghadiri peletakan batu pertama Kereta Cepat Jakarta- Bandung. Maklum saja Emil, sapaan akrabnya, baru saja pulang menunaikan ibadah umroh dari tanah suci.
"Saya malam landing jam 23.00 WIB, tidur di Jakarta. Paginya langsung ke sini," kata Emil yang tampak mengenakan peci hitam.
Peletakan batu pertama proyek kereta cepat akan dilakukan di kawasan Perkebunan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Kamis (21/1) siang ini. Secara simbol pembangunan transportasi era baru akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dia bahkan mengaku memangkas waktu ibadah umroh selama dua hari untuk menghadiri peletakan batu pertama kereta cepat ini. "Dipercepat umrahnya dua hari karena grounbreaking ini. Harusnya dua hari lagi baru pulang. Pak Jokowi bilang kerja harus cepat" terangnya.
Dia mengapresiasi Presiden Jokowi yang sangat cepat membenahi infrastruktur di Indonesia salah satunya transportasi. Itu menunjukkan kerja cepat pemerintah, seperti yang diinginkan presiden. Ini menunjukkan di zaman Pak Jokowi pekerjaan infrastruktur diputuskan dan dilaksanakan dengan baik dan cepat, Alhamdulillah semua izin sudah keluar" imbuhnya.
Selain Ridwan Kamil beberapa menteri hadir. Ada juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan kepala daerah lainnya.
Tag Terkait
Oded minta ganti rugi lahan proyek kereta cepat harus adil
Proyek kereta cepat, 14 kelurahan di Kota Bandung terdampak
Pemprov Jabar persoalkan pembangunan stasiun kereta cepat di kawasan Walini KBB
Bangun kereta cepat, puluhan rumah di Bandung Barat ditertibkan
Kereta Api Mutiara Selatan kini hadir dalam kelas eksekutif
KAI beri syarat bagi ibu hamil yang mau naik kereta api
Pengerjaan kereta cepat Jakarta Bandung dimulai Maret
Ini jalur kereta yang melayani angkutan motor gratis jelang lebaran
Proyek kereta cepat, tersisa 238 bangunan yang akan ditertibkan
Apa kabar kelanjutan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung?