Terancam sanksi Bawaslu, elektabilitas Asyik justru naik
pasangan Asyik
Bandung.merdeka.com - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, sanksi yang direkomendasikan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat (Jabar) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait aksi pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) pada debat kedua dinilai justru menguntungkan.
Kaos bertuliskan 2019 ganti presiden dalam debat sesi kedua Pilgub Jabar beberapa waktu lalu itu yang membuat Bawaslu merekomendasikan sanksi untuk pasangan Asyik. Namun rupanya, aksi dari pasangan Asyik ini justru mendongkrak elektabilitas yang kini menjadi naik.
"Aksi pasangan Asyik di akhir debat publik kedua tersebut sudah mendongkrak popularitas keduanya. Kemudian, popularitas itu kemungkinan besar berimbas pada elektabilitas pasangan Asyik," ujar Hendri kepada Merdeka Bandung, Senin (21/5).
Hendri menyoroti bahwa aksi pasangan Asyik ini memiliki kemungkinan besar akan berimbas pada elektabilitas yang meningkat. Soal kemungkinan sanksi yang dijatuhkan oleh KPU dan Bawaslu, ia justru menilai akan makin menguatkan elektabilitas pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN tersebut. Semakin keras sanksi, kata dia, makin naik elektabilitas pasangan Asyik.
"Semakin keras Bawaslu dan KPU memberikan sanksi, semakin besar kemungkinan elektabilitas pasangan Asyik akan naik. Asyik ini sekarang dipersepsikan jadi calon alternatif yang berseberangan dengan istana," jelas Hendri.
Pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) itu menambahkan, pendukung 2019 ganti presiden akhirnya bakal menjatuhkan pilihan kepada pasangan Asyik.
"Bahkan, hati-hati juga pendukung yang lain kalau mereka akan kehilangan suara karena mendukung 2019 ganti presiden hingga akhirnya mendukung Asyik," papar Hendri.
Sudrajat-Syaikhu bisa saja terkena sanksi karena melakukan pelanggaran administrasi sebab melakukan aksi angkat kaus "2019 Ganti Presiden" di debat publik kedua lalu.
Sanksi teringan adalah menerima teguran lisan. Namun sanksi terberat adalah tidak dapat mengikuti debat ketiga.
Â
Tag Terkait
4 Masih ingatkah Anda dengan 16 ponsel Nokia berdesain unik?
Pemuda Muhammadiyah Bantu Amankan Pemilu di Jawa Barat
Sahabat Muda Jokowi -Ma'ruf Kumpul di Bandung, Bahas Pemenangan di Jawa Barat
‘Minggu Seru’, Poros Pasundan Hadirkan Nissa Sabyan di Sukabumi
Hanya Dalam Waktu Dua Hari, Poros Pasundan Sukses Sambut Prabowo di Tasik
Prabowo Bakal Sapa Warga Tasikmalaya Akhir Pekan Ini
Gerakan Poros Indonesia, Wadah Aspirasi Rakyat Menangkan Prabowo-Sandi
PPP Humphrey Djemat Nilai Jokowi Tak Siap Sampaikan Argumentasi Di Debat
Ketum PSI Sampaikan Selamat, Ahok Dua Pekan Lagi Akan Menghirup Udara Bebas
Ketum PSI Ingin Profesi Youtuber dan Gammer Dicantumkan di Kolom KTP