'Festival 15 M' digelar guna mensyukuri tahun baru Imlek

Oleh Endang Saputra pada 24 Maret 2018, 10:30 WIB

Bandung.merdeka.com - Ada begitu banyak cara bagi para kaum Tionghoa dalam mensyukuri hadirnya tahun baru Imlek. Salah satunya adalah dengan merayakan hari Cap Go Meh. Perayaan ini melambangkan hari ke 15 dan terakhir dari masa perayaan tahun baru Imlek.

Meramaikan perayaan Cap Go Meh, Apresiasi Kelompok Anak Juara (Askara) yang diketuai oleh Anthony Suhari menggelar 'Imlek Nusantara - Festival 15 M'. Bukan festival 15 miliar, namun ini artikan sebagai Festival Cap Go Meh dalam bahasa Chinese.

"Jadi 15 M itu bukan miliar, tetapi Cap Go Meh. Ini adalah acara dalam rangka mensyukuri tahun baru Imlek, yang rangkaiannya dilengkapi dengan perayaan Cap Go Meh," ujar Anthony kepada Merdeka Bandung saat ditemui di BTC, Jalan Dr. Djundjunan, Jumat (23/3).

Anthony menjelaskan, istilah Imlek Nusantara digunakan untuk menjelaskan kepada khalayak bahwa konsep yang ditawarkan dalam acara tersebut adalah dengan mengangkat kebhinekaan yang ada di Indonesia.

"Oleh karena itu, tidak sebagaimana biasanya selain menampilkan barongsai versi Tionghoa, juga ada pertunjukkan barong dalam berbagai versi kebudayaan yang berkembang dibanyak daerah di nusantara," jelas dia.

Tujuan acara ini, lanjutnya, adalah untuk saling menghargai antar budaya yang berbeda. Dalam konteks ini, hari raya Imlek dapat dirayakan bersama sebagai wujud indahnya kebersamaan dalam keberagaman.

Hajatan 'Imlek Nusantara - Festival 15 M' ini dimeriahkan oleh pagelaran karnaval barong nusantara, mandarina music by Anthony, rampak gong xi, atraksi cakkung yakni pencak dan kungfu anak-anak, dan lainnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh masyarakat Tionghoa Bandung bersama Kadin Jabar, Perhimpunan Inti Jabar, BTC FM, KBSP Jabar, PSMTI Jabar, Askara Indonesia, serta Jakatarub.

Â