Trotoar di Bandung belum ramah dengan penyandang disabilitas
Bandung.merdeka.com - Pembangunan trotoar dan sarana publik yang dibangun Pemkot Bandung dinilai belum ramah dengan penyandang disabilitas. Hal ini menandakam bahwa fasilitas publik yang dibangun pemerintah belum mengakomodasi kepentingan penyandang disabilitas.
"Kondisi nyata di Kota Bandung saat ini aksesibilitas jalan dan trotoar bisa dikatakan buruk, karena tidak ramah bagi para disabilitas. Ini merupakan salah satu bukti bahwa adanya diskriminasi bagi para disabilitas dari pemerintah," ujar Humas Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna Bandung Suhendar kepada wartawan, Rabu (6/12).
Suhendar menuturkan, pembangunan trotoar yang telah dipasang guiding block dinilai belum layak untuk para difabel terutama kaum tunanetra. Pasalnya pemasangan guiding block yang dilakukan selama ini masih terkesan asal-asalan.
"Contohnya saja di Jalan Pajajaran, masih banyak pohon, tiang-tiang dan itu jelas-jelas menghalangi atau menghambat bagi teman-teman ketika sedang berjalan. Ini tentu sangat membahayakan," katanya.
Untuk itu, Suhendar meminta Pemkot Bandung dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan kaum tunanetra sebelum membangun guiding block. Agar pembangunan yang dilakukan sesuai dengan yang diharapkan dan tidak menjadi mubazir.
"Ketika membuat kebijakan untuk kepentingan masyarakat artinya bahwa kita juga dilibatkan. Biar pembangunan akhirnya bisa dirasakan semua pihak, tidak hanya bagus estetika tapi bermanfaat juga. Saya sendiri belum pernah dilibatkan," ungkapnya.
Menurut Suhendar, Pemkot Bandung dapat mencontoh daerah lain dalam membangun fasilitas ramah terhadap penyandang disabilitas. Dia menyebut Kota Solo dan Yogyakarta dianggap ramah dengan penyandang disabilitas.
"Saya pikir daerah di Indonesia yang sudah sangat ramah terhadap disabilitas itu Solo dan Malioboro. Kota ini sudah sangat ramah terhadap teman-teman disabilitas, khususnya tunanetra dan layak dijadikan contoh oleh daerah lain," ujarnya.
Tag Terkait
PT KCIC dan Kodam III Siliwangi Tukar Aset untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Tak Ingin Proyek Numpuk, Pemkot Bandung Percepat Lelang Pembangunan di Awal Tahun
Jelang akhir tahun, DPU kebut pengerjaan Skywalk Cihampelas Bandung
Hibah dari Korea Selatan, flyover baru akan dibangun di Garuda
Ridwan Kamil bantu pembangunan dua flyover senilai Rp 40 miliar di Bandung
Antisipasi macet, pembangunan sky walk tahap dua dilakukan di malam hari
Antisipasi banjir, Pemkot Bandung bangun danau retensi
Pemkot Bandung anggarkan Rp 23 miliar tuk pembangunan Skywalk Cihampelas
Bandung bangun alun-alun senilai Rp 10 miliar, ada tempat bermainnya
Emil akan temui warga yang tolak pembangunan rumah deret