Ini tips sebelum memutuskan bertato
Ilustrasi menato
Bandung.merdeka.com - Membuat tato di anggota tubuh memerlukan persiapan khusus. Jangan sampai, tato yang sudah jadi justru disesali. Terlebih tato yang dibuat bersifat permanen.
âMakanya sebelum mulai tato, saya jelaskan dulu perbedaan tato temporer dan permanen. Kalau tato permanen tak bisa dihapus. Kalau temporer sih tidak terlalu masalah karena nantinya bisa hilang sendiri,â jelas peilik Studio Oce Tattoo Bandung, Oce (30) kepada Merdeka Bandung.
Membuat tato juga memerlukan kebulatan niat. Harus dipikirkan matang-matang mengingat tato melekat seumur hidup. Belum lagi menentukan gambar dan posisi tato.
âJadi setiap ada konsumen kita memberikan tips atau pengarahan, terutama kita tanyakan sudah bulat apa belum. Kalau bulat baru kita bikin,â katanya.
Oce juga biasa memberi pilihan tempat pembuatan tato pada konsumennya. Proses gambar bisa dilakukan di studionya ataupun di rumah konsumen. âTergantung konsumen maunya di mana,â katanya.
Tetapi kalau tatonya temporer, proses gambar bisa dilakukan di tempat Oce mangkal. Setiap malam minggu ia mangkal di Jalan Braga.
âKetahanan tato temporer tergantung posisi bagian tubuh yang ditato. Jika posisinya tidak mudah terjangkau air, biasanya lebih tahan lama, misalnya di tengkuk,â katanya.
Gambar yang diinginkan konsumen bermacam-macam. Kebanyakan mereka membawa sendiri gambar yang ingin menjadi model tatonya. Â
âAda yang ingin dibuatkan nama ceweknya, nama atau simbol komunitasnya,â katanya.
Mengenai harga, tergantung ukuran tato yang dibuat. Harga dimulai Rp 250 ribu. Untuk tato temporer dimulai Rp 50 ribu. Â
Tag Terkait
Hobi makan dan foto, pasangan suami istri ini sukses di instagram
Tahura Trail Run, kompetisi lari lintas alam yang menantang
Wecom's Indonesian Gamers Jamboree 2017 jadi surganya para gamers
Mengintip aksi barista berkompetisi di Bandung Brewers Cup 2017
Bisnis ikan cupang, hijabers cantik ini raih omzet jutaan rupiah per bulan
Uniknya wujud sepeda yang berbahan dasar dari kayu
Kickfest XI hadir di Lapangan PPI Pusenif sampai akhir pekan
Nike Ardila dihidupkan kembali dalam sebotol parfum
Wah keren di Bandung ada wanita yang disebut ibu kardus
'Sekolah tubuh' ala NuArt yang jadi ruang berekspresi