Penting untuk tanamkan budaya hijau sejak dini kepada anak
Bandung.merdeka.com - Memperkenalkan budaya hijau sejak dini kepada anak sangat penting. Hal tersebut dilakukan agar anak lebih bisa menghargai dan mencintai lingkungan sekitarnya.
Guna memperkenalkan budaya hijau, PT Deltomed Laboratories melalui produk Antangin Junior menggelar program Antangin Junior Creative Green School.
"Kami sangat menghargai alam dan mencoba menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. Agar memiliki budaya hijau kepada anak-anak siswa sekolah dasar," ujar Corporate Communication Manager PT Deltomed Laboratories, Elvira P. Wongsosudiro, Minggu (6/3).
Program ini diikuti oleh 20 sekolah dasar terpilih yang akan berkompetisi memberikan ide kreatif mengenai pemeliharaan alam dan lingkungan hidup selama Maret-Mei 2016.
"Program ini merupakan bentuk dari Corporate Social Responsibility Program atau CSR dari Deltomed Laboratories," tuturnya.
Brand Ambassador Antangin Junior Creative Green School 2016, Nadine Zamira mengatakan, kecintaan dan apresiasi terhadap lingkungan alam harus ditanamkan sejak dini sehingga anak-anak Indonesia bisa bertumbuh menjadi insan yang peduli akan kelestarian lingkungan alamnya.
"Saya mendukung program ini dengan mendorong anak-anak dapat menjadi pemberi solusi kreatif untuk isu lingkungan sekolahnya sendiri," jelas dia.
Antangin Junior Creative Green School menanamkan kebiasaan lima green yakni Green Water, Green Planting, Green Waste, dan Green Energy untuk mewujudkan Green Culture.
Hobi makan dan foto, pasangan suami istri ini sukses di instagram
Tahura Trail Run, kompetisi lari lintas alam yang menantang
Wecom's Indonesian Gamers Jamboree 2017 jadi surganya para gamers
Mengintip aksi barista berkompetisi di Bandung Brewers Cup 2017
Bisnis ikan cupang, hijabers cantik ini raih omzet jutaan rupiah per bulan
Uniknya wujud sepeda yang berbahan dasar dari kayu
Kickfest XI hadir di Lapangan PPI Pusenif sampai akhir pekan
Nike Ardila dihidupkan kembali dalam sebotol parfum
Wah keren di Bandung ada wanita yang disebut ibu kardus
'Sekolah tubuh' ala NuArt yang jadi ruang berekspresi