Kampung Bamboo Bandung, terapi stres dari bambu


Kampung Bamboo. ©2015 Merdeka.com/Iman
Bandung.merdeka.com - Jenuh dengan suasana kota? Kampung Bamboo Bandung menawarkan terapinya, yakni wisata berbasis pendidikan lingkungan. Mengusung konsep kearifan lokal dari pohon bambu, wisatawan diajak mencintai alam.
Kampung Bamboo menempati berbukit seluas delapan hektare di Jalan Padasuka, sekitar lima kilometer dari Saung Angklung Udjo. Kampung ini memiliki sejumlah gubuk-gubuk bambu di tengah hutan bambu, jati, mahoni, pinus, rambutan, duren, lengkeng, jambu air, jambu batu, cengkeh, manggis, kopi arabika.
Pengelola Kampung Bamboo, Mas Yono, menjelaskan bambu media utama bagi program wisata edukasi. Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki hubungan dekat dengan bambu yang biasa dipakai untuk keperluan sehari-hari, bercocok tanam, bahan bangunan, mainan anak hingga alat musik seperti angklung yang sudah ditetapkan Unesco sebagai warisan budaya dunia.
Ia menyebutkan, banyak generasi terdahulu yang memiliki kenangan lewat permainan tradisional berbahan bambu. Kenangan tersebut berusaha dihidupkan kembali dalam konsep wisata edukatif berbasis lingkungan.
Kita mengajak bernostalgia, bermain dengan permainan tradisional berbahan bambu, misalnya melewati jembatan sebatang bambu yang membentang di atas kolam ikan mas dan rakit bambu, kata Mas Yono kepada Merdeka Bandung beberapa waktu lalu.
Lewat konsep permainan bambu, masyarakat diharapkan memahami pentingnya melestarikan pohon, khususnya bambu. Ia menjelaskan, bambu sangat membantu memperbaiki kondisi lingkungan, menjadi resapan air, mencegah longsor, produsen oksigen.
Paket wisata Kampung Bamboo pendidikan lingkungan, outbound, camping dan konservasi bambu. Paket-paket tersebut diselingi game modern seperti high impact, flaying fox, low impact, ice breaking, fun games. Pada paket konservasi bambu, wisatawan diajari cara menanam bambu.
Mas Yono menuturkan, Kampung Bamboo merupakan wisata edukasi yang dirintis sejak 2006. Jumlah kunjungan setiap minggunya mencapai 100 orang atau lebih, mereka berasal dari sekolahan hingga perusahaan.
Banyak perusahaan yang membawa anak buahnya ke sini. Lewat game bersama akan terbangun kekompakan antar karyawan. Jadi wisata edukasi ini bisa menjadi terapi stres, katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak