Memprihatinkan, bioskop di Indonesia minim dan tak merata

Produser film, Chand Parwez Servia
Bandung.merdeka.com - Produser film, Chand Parwez Servia mengaku prihatin dengan minimnya jumlah bioskop yang ada di Indonesia. Terlebih, dari minimnya jumlah layar lebar yang ada juga sebarannya tak merata. Saat ini, bioskop hanya bisa ditemui di kota-kota besar saja.
Padahal, kata pemilik rumah produksi Starvision itu, kehadiran bioskop yang merupakan bagian dari hiburan masyarakat amat dibutuhkan. Soalnya, masyarakat yang hidupnya tak diimbangi dengan hiburan dinilai akan sakit.
"Jumlah layar lebar yang ada bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang begitu besar tentu sangat minim. Apalagi sebarannya kursng merata. Lihat saja di wilayah kabupaten, jarang bahkan mungkin tidak ada bioskop-bioskop," ujar pria yang akrab disapa Parwez saat ditemui dalam acara pembacaan nominasi Festival Film Bandung 2017, Selasa (15/8).
Dengan minat menonton film yang kini terbilang tinggi ditilik dari meningkatnya antusiasme masyarakat akan perfilman Tanah Air membuat pria kelahiran Tasikmalaya ini berharap ada sinergitas antara pengusaha bioskop dan pemerintah daerah.
Menurut, pengusaha bioskop tak bisa berdiri sendiri bila tak ada dukungan dari pemerintah daerah. Saat ini, banyak sekali kabupaten yang tidak memiliki bioskop. Padahal kehadiran bioskop tentu sangat dibutuhkan.
"Pemerintah daerah harusnya konsen juga akan hal ini. Kehadiran bioskop juga kan menjadi bentuk dukungan terhadap perfilman Indonesia. Kalau masyarakatnya tidak diimbangi dengan hiburan akan jadi masyarakat sakit. Harusnya bioskop ini jadi salah satu fasilitas umum," terang dia.
Bila menilik 20 hingga 30 tahun ke belakang, bioskop berdiri sendiri. Masyarakat memang niat datang ke bioskop hanya untuk menonton film. Namun, saat ini budayanya sudah berbeda. Rata-rata bioskop hadir di dalam mall.
Menurut Parwez, pola hidup masyarakat saat ini sudah berubah karena untuk menjangkau bioskop saja harus menghabiskan waktu cukup panjang di jalan. Maka dari itu tak heran jika bioskop hadir di mal karena kebiasaan masyarakat yang usai menonton film kerap menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak