Unjuk gigi sebagai jejaring kota kreatif Unesco, Bandung gelar IMC


Bandung.merdeka.com - Kawula muda kreatif Kota Kembang yang tergabung dalam Bandung Creative City Forum (BCCF) terus berupaya unjuk gigi setelah Kota Kembang resmi menjadi anggota Jejaring Kota Kreatif Unesco dalam bidang desain. Gelaran Independent Music Conference (IMC) menjadi salah satu upaya unjuk gigi tersebut.
Dalam status anggota Jejaring Kota Kreatif Unesco yang pertama di Indonesia sejak 11 Desember 2015 silam, Kota Bandung wajib memenuhi komitmen sebagai kota desain dunia, yakni memanfaatkan kreativitas pada umumnya, dalam bidang desain khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.
Dalam ranah musik, gelaran IMC di Balai Kota Bandung, Sabtu (26/11) mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB ini merupakan upaya mengidentifikasi tantangan dan menyusun strategi dalam memperkuat serta melengkapi ekosistem industri musik, terutama di Kota Bandung yang berpotensi sangat besar dalam bidang ini.
"Tema yang kami suguhkan dalam gelaran IMC ini adalah ekosistem musik baru. Ekosistem di sini karena kami mengajak delegasi eksklusif dari berbagai elemen seperti pemerintahan, industri dan lainnya," ujar penyelenggara Independent Music Conference (IMC) Robin Malau saat jumpa wartawan di BCCF, Jumat (25/11).
Robin menjabarkan, hadirnya IMC merupakan adanya pengertian mendalam mengenai cara mengembangkan ekosistem yang tepat yakni hal krusial, sehingga perlu ditelaah dengan lebih serius dan menyeluruh.
IMC akan menampilkan lima diskusi panel yang berisi para ahli dari berbagai bidang berhubungan dengan pembangunan ekosistem musik, dan dua presentasi eksklusif. Diskusi panel akan mencakup tema Peran Musik dalam Kota Kreatif, Pendidikan Musik, Infrastruktur Fisik dan Non Fisik, Jejaring Antar Kota Kreatif, dan Membangun Ekosistem Musik yang Berkelanjutan.
"Kami mengundang 100 delegasi eksklusif khusus menghadiri acara ini. Mulai dari pemerintahan, industri musik, masyarakat, komunitas musik, serta akademisi. Akan banyak hal yang dibahas. Selain diskusi, ada dua presentasi eksklusif yang membahas mengenai kota kreatif dan pemetaan aset musik di kota kreatif," jelasnya.
Hasil dari diskusi akan dirangkum dan menjadi dokumen rekomendasi untuk pemerintah Kota Bandung guna mendukung pembangunan ekosistem musik dalam Bandung Kota Desain.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak