Begini detail bangunan masjid terapung yang akan dibangun di Gedebage

Ilustrasi masjid terapung
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan membangun masjid terapung di wilayah Gedebage. Acara peletakan batu pertama (groundbreaking) rencananya akan dimulai pada Agustus mendatang.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil turut dilibatkan dalam pembangunan masjid ini. Ridwan diminta pemerintah provinsi untuk mendesain bangunan masjid.
Lantas seperti apa konsep bangunan masjid terapung?
Pria yang akrab disapa Emil ini menuturkan masjid terapung ini rencananya akan berdiri di atas danau Gedebage yang juga akan dibangun di kawasan yang sama. Bangunan mesjid ini berbentuk persegi dengan ukuran 99 x 99 meter. Masjid ini diperkirakan dapat menampung sekitar 50 ribu jamaah.
"Didalamnya juga akan dibangun sejumlah fasilitas diantaranya perpustakaan, Museum Nabi Muhammad, Museum Asmaul Husna, percetakan Al Quran dan fasilitas untuk pesantren kilat," ujar Emil kepada Merdeka Bandung saat ditemui di sela acara rakor Diskominfo yang digelar di Hotel Panghegar, Jalan Merdeka, Senin (28/3).
Emil mengatakan, desain masjid ini akan memiliki ciri khas. Meskipun tidak merinci secara detail, Emil mengaku akan menggunakan konsep matematika dalam pembangunan masjid ini.
"Saya gunakan konsep matematika. Rumus matematika sebagai estetika. Makanya Pak Gubernur mengusulkan namanya Al Jabbar. Al jabbar itu artinya kan matematika," ucapnya.
Emil mengungkapkan, untuk pembangunan kawasan masjid terapung ini ada 21 hektar total lahan yang dibebaskan. 10 hektar diantaranya digunakan untuk badan air danau gedebage dengan kedalaaman 3 meter.
"Danau ini juga berfungsi untuk menampung banjir di Gedebage sekitar 30 ribu kubik. Air banjirnya juga dapat dikonversi menjadi sumber air minum," ungkapnya.
Emil menambahkan untuk dana pembangunan masjid ini berasal dari dana APBD Provinsi Jabar.
"Dananya full dari provinsi kalau masjid. Kalau untuk danaunya dari APBN. Desain dan konsepnya dari saya tapi dikerjakan oleh konsultan yang sekarang sedang dilelang DED (detail engineering design). Ditargetkan selesainya akhir 2017," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak