Banyak kasus kekerasan, JALA PRT galang dukungan petisi RUU PRT

Laman change.org
Bandung.merdeka.com - Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) menggalang dukungan masyarakat. Melalui petisi di laman change.org tentang perlunya pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) PRT.
Langkah itu dilakukan menyusul makin maraknya kasus kekerasan terhadap pembantu rumah tangga. Pegiat JALA PRT Lita Anggraini mengungkapkan, belum selesai kasus kekerasan Pekerja Rumah kembali terjadi. Kali ini menimpa Mahunah atau Mona, perempuan berusia 15 tahun asal Indramayu, Jawa Barat, yang baru bekerja 2 bulan di Jakarta.
Hanya karena salah beli sayur, ia disetrika di pipinya oleh majikannya. “Ini perilaku yang menjijikkan dan tidak manusiawi! Kasus ini kembali menegaskan pentingnya sebuah payung hukum bagi perlindungan PRT. DPR harus segera bahas dan sahkan RUU Perlindungan PRT yang sudah 11 tahun diajukan,” kata Lita Anggraini melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung, Jumat (18/3).
Lita khawatir kasus Mahunah ini akan dihentikan karena orangtua korban berencana mencabut laporan dari Polres Jakarta Utara. Pencabutan laporan diduga akibat adanya tekanan pihak-pihak tertentu.
“Kalau proses hukum kasus ini dihentikan, dikhawatirkan akan berimbas pada kasus-kasus lainnya terkait kekerasan terhadap perempuan, dalam hal ini PRT,” jelas Lita.
Ia berharap, kepolisian tegas dan melanjutkan proses hukum kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. Dalam petisinya di change.org, tahun 2015 terdapat 402 kasus kekerasan terhadap PRT. Mayoritas 65% adalah multi kekerasan termasuk upah yang tidak dibayar, penyekapan, penganiayaan dan pelecehan. Sedangkan 35% adalah kasus perdagangan manusia oleh agen dan majikan. Dari kasus-kasus tersebut, 80% kasus berhenti di tingkat kepolisian".
Petisi dapat dibaca di www.change.org/BahasUUPRT dan www.change.org/penjarakanIvanHaz. Laman ini adalah wadah petisi online yang terbuka bagi siapa saja dan di mana saja yang ingin memulai kampanye sosial demi perubahan. Petisi-petisi melalui change.org berhasil mendorong upaya-upaya penyelamatan lingkungan, demokrasi, kampanye anti-korupsi, dan isu-isu lainnya.
Hadir di Indonesia sejak Juni 2012, saat ini pengguna change.org di Indonesia telah mencapai lebih dari 2 juta pengguna yang tersebar dari Jawa, Sumatera hingga Papua.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak