Atasi Banjir Bandung Selatan, Ridwan Kamil usulkan seperti di Venezia

Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Hujan yang melanda wilayah Bandung Raya dalam beberapa hari terakhir merendam sejumlah wilayah. Wilayah Dayeuhkolot yang berada di Kabupaten Bandung menjadi salah satu kawasan yang menjadi langganan banjir.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, mengusulkan agar penanganan banjir wilayah tersebut seperti kota Venezia di Italia.
"Venezia itu daerah air, daerah pasang surut, maka waktu peradaban orang Italia pindah ke Venezia apa yang dilakukan? Tidak bangun permanen dia bikin rumah panggung. Makanya aman sampai sekarang," ujar Ridwan Ridwan kepada Merdeka Bandung, Senin (14/3).
Pria yang akrab disapa Emil ini menuturkan, berdasarkan sejarahnya, daerah Dayeuhkolot sudah menjadi kawasan banjir. Oleh sebab itu bukan hal aneh jika di wilayah tersebut hingga saat ini sering dilanda banjir.
"Silakan cek ilmiah sejarah Dayeuhkolot, dari zaman sebelum Bandung ada sudah banjir. Artinya peradaban manusialah yang dari awal kenapa mereka milih tinggal di daerah banjir," katanya.
Untuk itu kata Emil diperlukan pencarian solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurut dia, upaya penanggulangan banjir di wilayah tersebut baru bisa diatasi bila terjadi komunikasi dan koordinasi dari masing-masing pemerintah daerah.
"Makanya perlu ada koordinator Cekungan Bandung, supaya adil. Problem lalu lintas, banjir, lintasan, orang mencari kerja, transportasi. Ini teh harus ngobrol bersama. Jadi menurut saya solusinya harus ada duduk bersama untuk cari solusi. Selama ini belum ada forum itu. Kan saya gak pernah diundang untuk mengatasi itu. Makanya saya berupaya di wilayah saya aja, tapi kalau saya diundang saya bisa memberikan 1-2 gagasan," paparnya.
Disinggung soal pemberian bantuan banjir ke Kabupaten Bandung, pihaknya mengaku telah memberikan bantuan. Namun bantuan yang diberikannya, dilakukannya melalui jalur informal.
"Sudah saya lakukan dalam jalur informal, kan gak boleh formal. Saya tidak boleh melangkahi jalur administrasi. Dulu kan saya Ketua Relawan Aksi Bandung, relawan ini menolong Bandung selatan. Saya koordinasikan lewat Twitter, ratusan juta masuk. Itu dikerahkan secara sistem, tapi secara administrasi itu kan bukan wilayah saya," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak