Baznas salurkan zakat profesi ASN Pemkot Bandung ke petugas linmas dan gober

Dadang Supriatna
Bandung.merdeka.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung mendistribusikan zakat profesi kepada 11.328 orang mustahik (penerima). Para penerima yaitu Pegawai Harian Lepas (PHL) non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
"Non-PNS itu macam-macam, ada Linmas (Perlindungan Masyarakat), pasukan Gober (Gorong-gorong Bersih), dan pasukan kebersihan. Tetapi intinya yang menerima ini adalah yang bukan PNS. Karena PNS sudah mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya) dan sudah ada ketentuannya," ujar Penjabat Sektertaris Daerah Kota Bandung, Dadang Supriatna usai menyerahkan zakat secara simbolis di Masjid Al Ukhuwah Kota Bandung Jalan Wastukancana, Rabu (6/6).
Ia menyebutkan, pembagian kepada para PHL sebagai apresiasi atas kinerjanya membantu Pemkot Bandung. Berbagai pencapaian, seperti Adipura, adalah berkat kerja keras tim Gober menjaga lingkungan tetap bersih dan asri.
"Kita ingin berbagi. Mereka kan tidak diatur di dalam ketentuan dari pemerintah (tentang THR)," katanya.
Baznas mengalokasikan dana Rp 4 miliar pada pendistribusian kali ini. Setiap orang mendapatkan Rp 300.000. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang sebesar Rp 250.000.
Dadang menuturkan, pembagian zakat ini rutin dilakukan oleh Pemkot Bandung. Dana zakat salah satunya diperoleh dari pengumpulan zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bandung.
"Dana itu dikelola oleh Baznas. Salah satu sumber penerimaan Baznas itu zakat profesi dari PNS. Tentu ada juga sumber pemasukan lain," ucap Dadang.
Di sisi lain, Dadang bersyukur bahwa zakat profesi yang dikumpulkan ASN Kota Bandung bisa bermanfaat bagi para PHL. Ia juga merasa tenang karena kebijakan mengumpulkan zakat profesi itu mendapat sambutan positif dari seluruh ASN.
"Di daerah lain, kewajiban membayar zakat profesi ini sempat menjadi polemik. Di Kota Bandung alhamdulillah kondusif. Pembayaran zakat melalui Baznas ini juga sudah dilakukan beberapa tahun ke belakang," kata dia.
Sementara itu, Auditor Internal Baznas Kota Bandung Cece Hidayat mengungkapkan, dana zakat profesi dari ASN Kota Bandung yang mencapai Rp 2.2 miliar tiap bulannya itu tidak hanya dibagikan kepada para mustahik. Dana tersebut juga digunakan untuk kemaslahatan umat lainnya.
"Tiap bulan kita kasih bantuan modal usaha kepada fakir miskin, 1000 orang tiap bulan. 1 juta seorang," ungkap Cece.
Selain itu, Baznas Kota Bandung juga memanfaatkan dana zakat juga untuk untuk bantuan kemanusiaan. Baznas memberikan bantuan kepada para korban bencana di Kota Bandung, seperti bencana kebakaran di Malabar, banjir di Arcamanik, maupun banjir Gedebage.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak