Akibat banjir Cicaheum ratusan rumah warga rusak dan 1 unit mobil hilang

Dampak banjir Cicaheum
Bandung.merdeka.com - Banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, pada Selasa (20/3) kemarin memberikan dampak yang sangat luas kepada masyarakat sekitar. Tingginya debit air Sungai Cipamokolan membuat air bercampur lumpur meluap ke pemukiman warga.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Ferdi Ligaswara, mengatakan ada ratusan rumah warga yang terdampak dari banjir bandang yang terjadi di Jatihandap. Hal ini mengingat curah hujan yang cukup tinggi pada Selasa kemarin.
Menurut Ferdi sedikitnya ada 152 rumah yang terdampak dari banjir tersebut. Ratusam rumah yang terdampak ini tersebar di sejumlah RW di Kelurahan Jatihandap.
Dia merinci, di Perumahan Jati Indah RT 04, RW 16 ada 8 rumah yang terdampak. Kemudian di Komplek Pondok Alam Resik ada 26 rumah terdampak. Selain itu di RT 03 RW 16 ada 15 rumah yang terkena dampak banjir. Kemudian di RT 1-3 ada 70 rumah. Kemudian di RT 04 RW 5 ada 14 rumah, serta RT 5 RW 5 ada 4 rumah dan 1 SD yang terdampak.
"Beruntung tidak ditemukan korban jiwa pada kejadian ini. Untuk sementara warga di tampung di Posko Gg. H. Sobandi," ujar Ferdi kepada wartawan, Rabu (21/3).
Menurut Ferdi, selain rumah yang terdampak, sejumlah kendaraan milik warga baik roda dua maupun roda 4 warga juga menjadi korban. Sebagian besar kendaraan mengalami kerusakan. Bahkan satu unit mobil milik warga Komplek Pondok Alam Resik hilang karena terbawa arus banjir.
"Satu mobil milik warga di RT 4 Rw 16 Komplek Pondok Alam Resik hilang," kata dia.
Menurut Ferdi saat ini akses menuju lokasi terhambat karena endapan lumpur yang menyebabkan jalanan licin dan mengakibatkan banyak kendaraan roda dua tergelincir. Situasi saat ini lanjut Ferdi sedang dilakukan penyemprotan membersihkan endapan lumpur di seputaran jalan Cicaheum
Lebih lanjut Ferdi mengatakan bahwa kebutuhan yang yang paling mendesak untuk warga saat ini adalah alat semprot lumpur, selimut, alat kebersihan, makanan, dan air bersih.
"PMI Kota Bandung memobilisasi 15 personil untuk melakukan assessment dan membantu evakuasi. Masyarakat dihimbau untuk terus berhati-hati saat melalui jalan Cicaheum karena masih licin," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak