Keseruan Ridwan Kamil saat mengikuti lomba makan kerupuk

Lomba makan kerupuk
Bandung.merdeka.com - Beragam cara dilakukan untuk merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. Selain menggelar upacara, juga diisi dengan beragam perlombaan untuk memeriahkan acara 17 Agustusan.
Usai melaksanakan upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 di Balai Kota Bandung, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyapa warga Cibadak. Bersama jajaran Kepala Dinas Pemkot Bandung dan aparat kewilayahah, pria yang akrab disapa Emil ini kompak mengikuti lomba yang digelar di Jalan Cibadak, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanan Anyar.
Emil yang tampil casual, mengenakan jeans coklat dan kaus berwarna biru yang dipadukan dengan rompi berwarna hitam lengkap dengan topi fedora disambut dengan atraksi barongsai. Setelah melepas rombongan karnaval warga, Emil kemudian mengikuti perlombaan makan kerupuk yang digelar warga.
Dalam lomba makan kerupuk tersebut, Emil tampil berpasangan dengan sang istri, Atalia Praratya. Tampak sejumlah aparat kewilayahan turut menjadi peserta lomba bersama orang nomor satu di kota Bandung tersebut.
Begitu aba-aba dibunyikan, Emil bersama Atalia langsung berusaha menyantap kerupuk yang digantung diatas seutas tali. Sorak-sorai warga tak henti-hentinya menyemangati Emil yang mengikuti perlombaan. Sesekali tawa dari warga pecah, saat Emil berupaya menggapai kerupuk yang digantung, namun lagi-lagi gagal. Lurah Cibadak yang juga menjadi peserta lomba tak mau kalah. Bersama pasangannya, dia berupaya menghabiskan kerupuk.
Sekitar 10 menit, akhirnya perlombaan usai. Lurah Cibadak akhirnya keluar sebagai pemenang. Sementara Emil beserta istri keluar sebagai juara kedua.
Ditemui seusai acara, Emil mengatakan jika dirinya sengaja mendatangi warga sebagai bagian dari tradisi acara 17 Agutusan. Setiap tahun dirinya mendatangi lokasi yang berbeda, dan pada tahun ini dirinya mendatangi wilayah Cibadak.
"Itu jadi ciri khas Bandung, tempat ini dipilih karena Saya muter tiap tahun. Tahun kemarin di Tamansari, sebelumnya Babakan Ciparay, sekarang di Astana Anyar," ujar Emil.
Terlebih lagi kata Emil, wilayah Cibadak terbilang unik, karena ada percampuran budaya antara budaya lokal dengan budaya Tionghoa.
"Ini menunjukkan semangat keberagaman makanya tadi ada barongsai juga. Terus tadi ada lomba kerupuk berpasangan biar ada romantismenya bukan makan kerupuk nya tapi yang penting dengan siapa makan kerupuknya," ungkapnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak