Tahun ini, kasus kebakaran di Kota Bandung meningkat


Bandung.merdeka.com - Jumlah kasus kebakaran di Kota Bandung cenderung mengalami peningkatan di awal tahun 2017. Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, pada bulan April saja ada 13 kasus kebakaran yang terjadi di Kota Bandung. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2016 tercatat 9 kasus.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kesiap Siagaan Operasi Pemadaman dan penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kurnia Saputra saat acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (9/5). "Tahun ini, dipertengahan tahun saja sudah 63 kasus. Sepanjang 2016 lalu total kasus kebakaran di Bandung ada 107 kasus," ujar Kurnia.
Dia mengatakan, kasus kebakaran yang terjadi di Bandung hampir 80 persen disebabkan karena konsleting listrik. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat untuk mengecek instalasi kelistrikannya di rumahnya masing-masing.
"Pada umumnya rumah yang ada di Kota Bandung, instalasi listriknya lebih dari 10 tahun tak ada perbakian. Sehingga, kebakaran pun hampir 80 persen terjadi di rumah padat penduduk dan semi permanen. Jadi masyarakat harus berhati-hati dan mengecek sumber kelistrikan," katanya.
Kurnia mengungkapkan, untuk menekan kasus kebakaran di Kota Bandung, pihaknya terus menerus memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Tujuannya agar, masyarakat selalu siap siaga sejak awal jika terjadi kebakaran dan mengetahui upaya penanganan yang harus dilakukan.
"Apalagi kami sudah membentuk satuan relawan kebakaran yang tersebar di seluruh kecamatan Kota Bandung. Relawan ini, jumlahnya mencapai 25 ribu orang," ucapnya.
Dampak positif dari dibentuknya relawan ini, 40 persen kasus kebakaran di Bandung sudah dipadamkan sendiri oleh masyarakat. Walaupun demikian, petugas damkar tetap datang ke lokasi untuk memastikan api benar-benar padam.
"Banyak masyarakat yang tak tahu, walaupun api sudah padam tapi sisanya masih panas itu bisa memicu kembali api. Jadi kita tetap datang ke lokasi untuk memastikan agar panas udara di sekitar kebakaran tak akan memicu kebakaran lagi," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak