Pengemplang pajak akan dijebloskan ke Nusakambangan


Bandung.merdeka.com - Peringatan keras bagi pengemplang pajak. Soalnya, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, ini disiapkan bagi para pelanggar pajak.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak Jabar I Yoyok Satioutomo mengatakan, hal itu merupakan bentuk tindak tegas dari lembaga pengelola pajak bagi setiap wajib pajak (WP) yang tak patuh dengan pajak.
"Kebetulan dari Nusakambangan untuk bikin sel bagi penunggak-penunggak pajak, di lapas batu," katanya saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (23/3). Lapas Nusakambangan dipilih agar pengemplang bisa lebih jera karena sebelumnya di Rutan Kebonwaru Bandung dinilai terlalu nyaman.
Pihaknya mengaku baru saja menjebloskan pengemplang pajak yang berinisial HS senilai Rp 6 miliar. HS tidak ada itikad baik sehingga tindakan tegas harus diambil. Sebelumnya ada lima lainnya yang melakukan serupa. Hanya saja lima orang di antaranya langsung mengurus pembayaran pajak dengan rata-rata Rp 1 miliar.
"Yang lima takut, jadi langsung membayar. Nah, yang satu itu bandel. Bahkan dia mengajak orang lain untuk tidak membayar pajak," terangnya.
Dia melanjutkan, pajak merupakan sumber penghasilan negara yang harus diserahkan pada negara. Namun menurutnya masih saja banyak yang mengabaikan kewajiban sebagai warga negara yang baik. Pihaknya menargetkan pada tahun ini di wilayah I (Bandung Raya, Sukabumi dan Cianjur) pemasukan dari pajak di beberapa sektor yakni Rp 29 triliun. "Seperti penerimaan pajak dari perusahaan di bidang tekstil, jasa, hotel, restoran dan UMKM. Tapi ini tetap masih saja ada yang kurang," terangnya. Penangannya bahwa pihaknya akan terus melakukan tindakan persuasif dengan cara sosialisasi.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau masyarakat untuk menunjukkan seorang yang taat pajak. Sebab hasil dari pajak akan digunakan untuk masyarakat itu sendiri. Anggaran dari pemerintah pusat berupa dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK), 54 persennya didapat dari pajak.
"Hasil dari pajak juga termasuk dana yang ada di Provinsi sebagai PAD, dana kabupaten/kota yang jadi PAD itu dari pajak. Pajak ini tulang punggung belanja negara dan daerah," terangnya.
Apalagi, saat ini, lembaga pengelola pajak sudah memberlakukan inovasi untuk mempermudah WP dengan layanan E- Filling yang terintegrasi secara online. "Sekarang bayar pajak mudah dilakukan. Di kantor atau di rumah juga bisa. Ga ada alasan untuk tidak bayar pajak," tandasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak