Cerita Aa Gym jatuh bangun dirikan pondok pesantren Daarut Tauhiid


Bandung.merdeka.com - Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym berkisah jatuh bangunnya mendirikan pondok pesantren Daarut Tauhiid (DT). Tidak mudah mendirikan yayasan tersebut hingga bisnisnya dewasa ini bisa melebar ke banyak garapan.
Kisah itu Aa Gym sampaikan di hadapan massa yang menyemut di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (12/12). "Berawal dari hanya mengontrak pada tahun 1990, tapi kini besar tentu ada perjuangannya," katanya.
Dia menjelaskan bagaimana perjalanan awalnya mengenal Islam. Sebagai pria yang hobi berbisnis, Aa Gym mengaku mengenal Islam gara-gara adiknya yang berkebutuhan khusus.
"Adik saya berkata begini, sehebat apapun prestasi yang diraih Aa, enggak akan mulia sebelum mengenal dan meniru akhlaq rasul," terangnya. DT kemudian secara perlahan mengembangkan usahanya.
Aa tidak mau berbisnis jika tidak bermaksud mengenal Allah lebih dekat. Sebab dirinya ingin berbisnis yang juga bisa menjadi bekalnya di akherat. "Itulah yang membuka hati saya. Setelah itu saya berkeliling ke sana-ke sini keliling (belajar di pesantren) dan takdirnya seperti ini," tutur pengasuh ponpes DT tersebut.
Mengapa sampai bisa sebesar ini ? Aa Gym mengaku, bahwa DT didirikan berkat dorongan adiknya yang memang memiliki kebutuhan khusus. Sehingga kini DT yang sudah sangat besar selalu mengalokasikann keuntungan yang didapat DT dari berbagai prospek bisnisnya sebanyak 10 persen.
Dalam kegiatan 1212, Aa juga melibatkan ratusan penyandang disabilitas. Hadir dalam kegiatan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, ulama Syekh Ali Jaber, serta para tamu lainnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak