Film My Journey: Mencari Mata Air usung tema konservasi alam

Film My Journey: Mencari Mata Air
Bandung.merdeka.com - Film 'My Journey: Mencari Mata Air' yang digarap oleh Yayasan Garuda Nusantara pimpinan Ully Hary Rusady ini mengusung tema konservasi alam dan lingkungan hidup. Jika tak ada aral melintang, film ini dijadwalkan tayang diseluruh bioskop Indonesia pada 1 Januari 2017 mendatang.
Ully Hary Rusady atau lebih dikenal dengan nama Ully Sigar yang berperan sebagai produser film tersebut mengaku jika pelestarian hutan adalah salah satu usaha untuk melindungi mata air. Khususnya pelestarian hutan lindung, kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.
Hal tersebut dilakukan untuk memberi perlindungan terhadap kawasan dibawahnya dalam rangka menjamin air tanah, air permukaan, dan unsur hara tanah. Mata air harus tetap terjaga dan dilindungi demi kelangsungan hidup masyarakat desa dan kota.
"Film ini didedikasikan untuk ribuan penyelamat mata air yang bercerita tentang usaha anak-anak untuk peduli dan melindungi mata air dengan bahasa dan cara mereka," ujar Ully kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Jalan Anggrek, belum lama ini.
Film 'My Journey: Mencari Mata Air' menceritakan kisah empat orang remaja putri yang berniat mengisi liburan dengan mengantarkan teman dari New York tertarik pada lingkungan hidup terutama mata air. Mereka nekat untuk menjelajah belantara menemukan mata air yang hampir punah karena berkembangannya peradaban.
Dari perjalanan tersebutlah para remaja ini mendapat pelajaran yang sangat berharga, atau setidaknya menjadi sebuah awal baik untuk mulai mencurahkan kepedulian. Pada apa yang selama ini begitu penting dan berharga bagi umat manusia, yang alam telah berikan dengan berkelimpahan.
"Seperti kita ketahui bersama bahwa keadaan alam dan lingkungan kita mengalami banyak kerusakan karena bencana banjir, longsor, kebakaran hutan dan lain sebagainya. Menjadi sangat penting untuk mengangkat informasi kampanye publik yang diselaraskan dengan gerakan nyata untuk penyelamatan mata air di Indonesia yang terancam oleh kerusakan dan kepunahannya," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak