Tiap Paskah Katedral Bandung sediakan 1.000 telur ayam untuk anak-anak

Pastor Leo
Bandung.merdeka.com - Paskah identik dengan tradisi telur ayam hias. Tradisi ini juga mewarnai misa Paskah di Gereja Katedral Santo Petrus Bandung. Telur hias sebagai simbol kehidupan baru itu khusus disiapkan untuk anak-anak.
Pastor Kepala Gereja Katedral Santo Petrus Bandung, Leo van Beurden OSCmenyebutkan biasanya tiap Paskah pihaknya menyiapkan telur untuk 200 anak-anak yang menjalankan misa Paskah. Di sela misa, anak-anak tersebut melakukan permainan mencari telur.
“Jika tiap anak dapat lima telur, kurang lebih kita siapkan 1.000 telur tiap Paskah,” kataPastor Leo, kepada Merdeka Bandung, Sabtu (26/3).
Tradisi telur Paskah memang sudah berlangsung lama. Kadang di Katedral Bandung atau gereja-gereja lain biasa menyiapkan hiasan telur besar untuk menyambut Paskah. Namun tahun ini telur raksasa tersebut tidak disiapkan.
“Telur menunjukkan lambang hidup baru,” jelas pastor 73 tahun itu.
Telur-telur yang disiapkan gereja disembunyikan di tempat tertentu. Kemudian anak-anak mencarinya seperti mencari harta karun. Tiap telur dilukis warna-warni, warna yang ceria kesukaan anak-anak.
“Cuman akhirnya orang tua suka ikut mencaritelur,” kata Pastor kelahiran Belanda yang sudah menjadi WNI itu.
Menurutnya, telur tersebut disiapkan pada Minggu Palma. Berdasarkan filosofinya, telur sebagai simbol hidup baru. Anak ayam keluar dari telur, dari kegelapan memasuki kehidupan baru.
Permainan mencari telur Paskah sebagai mengenalkan filosofi telur pada anak-anak. Telur dan kehidupan baru terkait dengan kebangkitan yang diperingati pada Hari Raya Paskah.
“Di sela main-main sedikit mudah-mudahan anak-anak mengerti bahwa ayam jadi tua, bertelur, keluar anak ayam untuk menjalani hidup baru yang lebih baik, dihiasi jadi indah,” terangnya.
Pada Paskah tahun ini Katedral Bandung menggelar misa sejak Rabu lalu yang puncaknya Hari Raya Paskah Minggu 27 Maret 2016. Dalam sehari, misa terbagi ke dalam beberapa jam pagi, siang dan malam.
Menurut Pastor Leo, meski diwarnai hujan deras, pelaksanaan misa di Katedral berlangsung lancar. Setiap harinya, Gereja Katedral dikunjungi 5.000-8.000 jemaat. Katedral sendiri berkapasitas 2.000 jemaat.
“Puncak Paskah adalah Minggu 27 Maret, artinya Hari Raya yang penuh optimiame. Betapapun kuat didera maut akan dikalahkan oleh hidup baru. Manusia bisa mati tapi ada uluran tangan Tuhan sehingga manusia bisa dibangkitkan kembali. Itu sebabnya seburuk apapun kehidupan di dunia ini yakinlah akan uluran tangan Tuhan kita akan selamat,” papar Pastor Leo.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak