Inspiratif, dengan ketekunan akhirnya Ayu bisa membatik dengan kaki


Ayu Trihandayani
Bandung.merdeka.com - Berbekal ketekunan, Ayu Trihandayani kini berhasil mengukuhkan diri menjadi seorang perajin batik tulis. Menggunakan kaki kanannya, setiap ukiran di atas kain yang telah digambar polanya ia bentuk dengan begitu telaten.
Tidak memiliki organ tubuh lengkap karena tak memiliki kedua tangan, tentu bukan berarti Ayu harus berputus asa. Wanita asal Solo itu justru menuangkan kesukaannya terhadap batik dengan terus giat belajar untuk mempelajari cara membatik menggunakan kaki.
Awalnya, wanita berusia 26 tahun itu merasa kesulitan. Namun dengan semangat yang dimiliki, selama satu tahun ia tekun mempelajari cara membatik.
"Awalnya enggak kepikiran untuk membatik, tapi pas saya pelajari dan ada kemungkinan bisa, saya terus saja pelajari dan ternyata memang benar bisa membatik menggunakan kaki saya," ujar Ayu kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara Taman Sari Batik Festival 2017, Rabu (4/10).
Untuk menyelesaikan sehelai kain berukuran dua meter, Ayu membutuhkan waktu tiga bulan. Waktu yang panjang untuk menyelesaikan itu tentu saja menjadi kebanggaan baginya kala ia berhasil menjual hasil karyanya.
Membatik menggunakan kaki tentu saja bukan hal mudah bagi Ayu. Tak jarang kecelakaan kecil menimpanya kala menjalani proses membatik menggunakan malam yang dipanaskan dan canting.
"Kaki sering ke celup kena malamnya, itu kecelakaan kecil yang suka terjadi. Sekarang sudah biasa ya karena memang itu resiko," katanya.
Meskipun ada faktor resiko yang harus dihadapi, Ayu tak patah semangat. Membatik yang telah dilakukannya sejak lulus Sekolah Menengah Pertama itu akan terus dilakukan.
Soalnya, kebanggaan bisa dirasakan olehnya kala ada yang mengapresiasi karyanya dengan membelinya. Ia kini menerima pesanan untuk membuatkan batik. Dengan motif khas Solo yang dikuasainya, Ayu berharap bisa selalu memuaskan pelanggan dengan hasil karyanya.
Bagi Ayu, memiliki kekurangan secara fisik bukanlah hambatan. Justru, mereka yang memiliki kondisi sama dengannya harus mampu mengeksplor organ tubuh lainnya agar bisa menghasilkan karya terbaik dan bukan hanya diam serta berpangku pada nasib.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak