Hadapi MEA IDI Kota Bandung terus dorong peningkatan kompetensi dokter
Pekan ilmiah tahunan "Tantangan Masa Depan Profesi Dokter di Era MEA"
Bandung.merdeka.com - Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang diyakini mampu mengancam keberadaan para dokter di Indonesia khususnya Kota Bandung, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bandung menggelar pekan ilmiah tahunan "Tantangan Masa Depan Profesi Dokter di Era MEA".
Gelaran pekan ilmiah tahunan dengan mengusung tema MEA ini bertujuan untuk mendorong para dokter terus meningkatkan kompetensinya agar tak kalah saing dengan dokter dari negara-negara yang ikut andil dalam MEA. Tentu ini menjadi antisipasi bagi para dokter.
Ketua Panitia pekan ilmiah tahunan bertitle "Tantangan Masa Depan Profesi Dokter di Era MEA", Gina Megawati mengatakan, dalam kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari pada Sabtu (9/4) dan Minggu (10/4) ini dilibatkan berbagai stakeholder, seperti pemangku kebijakan, pelayanan kesehatan, serta praktisi kesehatan.
"Bentuknya simposium tapi ada workshopnya juga, jadi tidak hanya mendengarkan presentasi tetapi juga ada praktiknya dengan melakukan workshop. Dengan adanya workshop ini juga para dokter yang terlibat lebih skillfull," ujar Gina kepada Merdeka Bandung, Sabtu (9/4).
Dipaparkan oleh Ketua IDI Cabang Kota Bandung Dr. Yoni Faudah Syukriani, Sp.F, DFM, diangkatnya tema MEA ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas para dokter Indonesia sehingga bisa lebih unggul dari dokter negara lainnya.
"Harus cari cara bagaimana agar tenaga kerja kita tidak kalah dengan negara lain. Dalam kegiatan ini juga kami mencoba meminta pemerintah untuk berupaya agar tenaga kerja Indonesia tidak tersisihkan. Selain itu, para dokter juga harus introspeksi bagaimana agar kualitasnya tidak kalah," jelas Yoni.
Diberlakukannya MEA ini menimbulkan kekhawatiran besar dimana Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang banyak. Terlebih Bandung sebagai kota besar di Indonesia ini berpotensi kedatangan banyak tenaga kerja asing.
"Bandung menjadi salah satu target masuknya tenaga kerja asing. Bahayanya sekarang di Bandung sendiri junlah dokter masih sedikit dan fasilitas juga belum cukup. Kami IDI Kota Bandung berupaya untuk terus advokasi kepada pwmerintah perihal MEA ini," paparnya.
Tag Terkait
Ribuan Peserta Sepeda Santai Ramaikan Peringatan KPR BTN
Sandekala, Proyek Album Solo Karier Perdananya Risa Saraswati
Jambore Online Nasional Akan Digelar di Bandung
Ray M gelar konser untuk korban gempa Palu dan Donggala
Hari ini, 550 mahasiswa STP NHI Bandung diwisuda
Hari ini, alumni ITB angkatan 93 berhasil catat rekor ORI
Nostalgia bareng Padi Reborn akhir pekan ini yuk!
Saat anak-anak muda Bandung antusias dengarkan Menteri Susi soal wirausaha
Keseruan para pelajar di Bandung nonton Dilan 1990
Ada yang baru dari Trans Studio Bandung, mau tahu?