Benteng rusunawa Grand Asia Afrika roboh timpa tiga anak

Oleh Mohammad Taufik pada 11 Maret 2016, 17:12 WIB

Bandung.merdeka.com - Empat anak tertimpa benteng milik rusunawa Grand Asia Afrika, Bandung, yang roboh, Jumat (11/3). Satu anak dinyatakan terluka serius, dua lagi selamat meski sempat tertimpa reruntuhan.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Karapitan Gang Uni RT 04 RW 01, Kelurahan Burangrang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, selepas salat Jumat sekitar pukul 12.30 WIB.

Tiga korban luka yaitu Dika kelas 5 SD, Memet kelas 1 SMP dan Kiki siswa SD. Ketiganya warga RT 2/RW 1. Dika salah satu anak yang terluka cukup serius hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah, Kota Bandung.

Sementara Memet dan Kiki dinyatakan selamat. Peristiwa bermula ketika hujan sedang deras-derasnya mengguyur Kota Bandung, termasuk di daerah tempat pembangunan rusunawa empat tower 23 lantai milik PT Kagum Lokasi Emas itu.

Menurut saksi, Sansan (24), tiga anak tersebut sedang berada di bawah benteng setinggi 3 meter dengan panjang total 40 meter. Benteng yang roboh panjangnya sekitar 20 meter. Sehingga saat kejadian, otomatis mereka tertimbun.

"Dika yang lukanya cukup serius, dua anak lagi tidak apa-apa," kata Sansan, di lokasi kejadian.

Sansan sendiri tinggal beberapa meter dari benteng. "Suaranya keras, kirain ada seng jatuh," katanya.

Ia menambahkan, selain menimpa anak-anak, reruntuhan benteng juga menimpa empat unit speda motor yang parkir di bawah benteng. Terpantau, motor-motor seperti belepotan oleh lumpur.

Saksi lainnya, Opik (40), termasuk yang turut mengevakuasi korban Dika. Meski lukanya tampak serius, kata dia, Dika masih sadar. "Kelihatannya lukanya cukup parah," katanya.

Pihak rusunawa melalui Kuasa Hukum PT Kagum Lokasi Emas, Abidin, mengatakan untuk sementara kejadian tersebut diduga karena faktor alam. "Hujan akhir-akhir ini deras sekali. Sementara ini kamu menduga faktor alam," katanya.

Pihak rusunawa juga berjanji akan bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialami korban.

"Tanggung jawab manajer pada korban, akan dibiayai 100 persen sampai sembuh. Kendaraan roda dua kalau memungkinkan akan diperbaiki kalau tidak akan kami ganti," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan kajian teknis penyebab runtuhnya benteng yang membatasi rusunawa dan pemukiman warga.

Tag Terkait