Pengakuan PSK kelas apartemen di Kota Bandung

Oleh Mohammad Taufik pada 03 Maret 2016, 11:54 WIB

Bandung.merdeka.com - PSK kelas apartemen mewah di Bandung turut dijaring dalam praktik prostitusi online. Para PSK yang rata-rata berusia 18-25 tahun ini masih diamankan kepolisian.

Mereka mengaku terjerumus ke praktik gelap ini karena ajakan teman yang berprofesi serupa.

"Saya memang menawarkan diri enggak pernah ada paksaan, sehingga saya ditawarkan mucikari," kata salah satu PSK berinisial MA di Mapolsek Arcamanik, Bandung, Kamis (3/3).

Saat mucikari S dan AR yang sudah memiliki calon pria hidung belang, dia kemudian bersedia melayani nafsu syahwat di Apartemen di Jalan Soekarno Hatta Bandung ini. Sekali kencan singkat MA memasang tarif Rp 1 juta. Tentu hasil tersebut berbagi dengan si mucikari.

Dia sudah tiga bulan masuk dalam lobang prostitusi. Tidak ada penyesalan yang dialami perempuan muda ini. "Saya sudah tiga bulan begini," terang MA.

Serupa dengan MA, R (21) ini mengatakan masuk ke dunia prostitusi karena keinginannya. Mojang asal Garut itu jauh-jauh ke Bandung hanya untuk memenuhi syahwat pria hidung belang.

"Enggak maksa (mucikari). Ini memang saya yang mau. Tarif saya Rp 700 ribu," tuturnya sembari menutupi wajah.

Para PSK ini menurut Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol berstatus sebagai saksi. Adapun dua tersangka sudah diamankan kepolisian.

Tag Terkait