Minum pakai sedotan ternyata bisa jadi terapi berhenti merokok
Ilustrasi sedotan
Bandung.merdeka.com - Bagi sebagian orang, berhenti merokok memang sulit. Meskipun rata-rata mereka tahu merokok menyebabkan konsekuensi buruk terhadap kesehatan. Namun demikian, sebenarnya banyak pula yang ingin berhenti, namun baru sebentar berhenti ujung-ujungnya merokok lagi.
Dikutip dari situs kesehatan www.webmd.com, kebiasaan merokok bisa diatasi dengan kebiasaan lain. Misalnya dengan kebiasaan mengisap air dingin pakai sedotan.
Ada sebuah penelitian, meminum air dingin melalui sedotan ternyata dapat membantu menggantikan tindakan mengisap rokok karena mampu melepaskan dopamin (zat kimia otak pemicu perasaan baik) dan dapat membantu meringankan suasana hati yang buruk.
Namun demikian, kebiasaan itu juga harus didukung dengan kebiasaan lain. Misalnya mengganti kebiasaan merokok dengan mengonsumsi makanan kecil sehat untuk membantu mengurangi dorongan merokok. Kemudian membatasi alkohol dan kafein (bisa kopi atau teh) dan menghindari bad mood.
Selain itu, untuk berhenti rokok Anda juga harus sering menggosok gigi untuk mengurangi rasa tidak enak pada mulut, menciptakan zona tidak merokok sendiri, membuat buku catatan kesehatan sendiri termasuk mengingat-ingat alasan berhenti merokok.
Selanjutnya menyibukkan diri, mengunyah sesuatu di mulut (bisa permen karet atau semacamnya). Selamat mencoba dan semoga berhasil.
Tag Terkait
Sinergia Group Hadirkan Produk Perawatan Kulit Berbahan Red Algae
Jangan Abaikan Kesehatan Organ Intim Wanita, Begini Cara Merawatnya
Pemenang 'Bayi Tabung Bersama Irwansyah dan Zaskia Sungkar' Diumumkan
TIA Pharma Meluncurkan Produk Herbal Modern Berbahan Alami
Cegah Stroke Sebelum Terlambat, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Saraf
Produk Baru Prudential Lindungi Keluarga Akibat Penyakit Kritis
Dr. Handojo Sebut Diabetes Gestasional, Penyakit Yang Bisa Diidap Ibu Hamil
Industri Game di Indoneaia Sumbang Pendapatan Rp 1 Triliun Per Tahun
Seanuts II Akan Mengamati 18 Ribu Anak di Empat Negara Terkait Status Gizi
Peduli Stunting, Energen Gencar Kampanyekan Sarapan Sehat