Prihatin banyak anak putus sekolah, Ridwan Kamil bentuk tim pemburu

Oleh Farah Fuadona pada 29 Desember 2015, 15:02 WIB

Bandung.merdeka.com - Angka rata-rata lama sekolah di Bandung hanya mencapai 10 tahun. Padahl pemerintah sendiri mencanangkan program wajib belajar 12 tahun.

Banyaknya anak putus sekolah dinilai menjadi salah satu penyebab belum tercapainya terget tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkot Bandung yakni dengan mencari anak-anak putus sekolah melalui tim pemburu anak putus sekolah. Tim ini berada di bawah koordinasi dinas pendidikan.

"Saya kerjasama dengan mahasiswa membentuk tim pemburu anak putus sekolah.  Dia kerjanya kukulilingan (berkeliling) mencari anak putus sekolah di Bandung. Bandung kan rata-rata lama sekolah masih 10,8 tahun berarti ada 1,2 tahun hilang di situ dan saya ingin temukan," ujar Emil kepada wartawan saat ditemui di Universitas Sangga Buana, Jqlan PHH Mustafa, Selasa (29/12).

Dengan cara itu, Ridwan ingin memastikan bahwa di Bandung tidak boleh ada anak yang tidak sekolah. Menurut dia, saat ini telah banyak tawaran beasiswa dari berbagai pihak untuk membantu warga tidak mampu di Bandung.

"Yang ngasih beasiswa mah banyak. Asal mau sekolah aja. Makanya saya butuh bantuan mereka (tim pemburu anak putus sekolah) untuk mendata. Kadang anak yang tidak sekolah ini mencar sana mencar sini," kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana menambahkan selain melibatkan mahasiswa, tim pemburu anak putus sekolah ini juga melibatkan aparat kewilayahan. Tim ini kata Elih, ini telah berjalan selama enam bulan.

"Namanya Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Penanganan Rentan Putus Sekolah. Untuk mekanismenya, tim ini melaporkan anak yang belum sekolah sampai tingkat SMA untuk diidentifikasi kendalanya apa. Setelah itu nanti kita salurkan ke sekolah terdekat. Kalau tidak bisa ke sekolah, mengikuti program pendidikan non formal melalui paket B atau paket C," kata Elih.

Elih mengatakan sejak enam bulan berjalan, hingga saat ini telah tercatat 500 siswa yang teridentifikasi. Rencananya proses belajar mengajar akan dimulai pada tahun ajaran baru mendatang.