Menkes sebut kondisi gizi anak di Jabar sudah baik, tapi...
Menkes Nila F Moeloek
Bandung.merdeka.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyebut jika kondisi gizi anak di wilayah Jawa Barat masuk dalam kategori cukup baik. Menurut Nila, persentase anak kurang gizi di Jabar berada di bawah angka nasional.
"Saya laporkan untuk keadaan gizi di daerah Provinsi Jawa Barat semuanya untuk gizi kurang, gizi untuk anak pendek, juga balita kurus, semua di bawah angka nasional. Jadi baik sekali angka di Provinsi Jawa Barat," ujar Nila di Taman Pendawa, Kota Bandung, Rabu (12/4).
Namun demikian, kata Nila angka tersebut masih berada di bawah angka yang diminta WHO. Sehingga Pemprov Jabar diminta terus menurunkan angka kurang gizi di wilayahnya. "Jadi Pak Gubernur harap kerja lebih keras lagi," katanya.
Nila berharap, dengan adanya pemberian bantuan makanan tambahan ini, anak-anak dan ibu hamil di Indonesia dapat terpenuhi kebutuhan gizinya.
"Bapak presiden ingin memberikan pemberian makanan tambahan agar kita semua menjadi sumber daya manusia yang sehat dan cerdas terutama pada anak-anak," ujarnya.
Dia melanjutkan, "Bapak presiden sangat menginginkan anak Indonesia menjadi anak cerdas dan dapat membawa negara kita menjadi negara kuat dimulai dari ibu hamil."
Nila pun menitipkan pesan khususnya kepada ibu hamil untuk memperhatikan asupan gizinya.
"Saya kira ibu hamil jangan main-main, harus serius untuk hamil, karena bapak presiden sangat memperhatikan dalam pemberian makanan tambahan. Dan dinaungi oleh KIS, KIP dan PKH," ujarnya.
Tag Terkait
Sinergia Group Hadirkan Produk Perawatan Kulit Berbahan Red Algae
Jangan Abaikan Kesehatan Organ Intim Wanita, Begini Cara Merawatnya
Pemenang 'Bayi Tabung Bersama Irwansyah dan Zaskia Sungkar' Diumumkan
TIA Pharma Meluncurkan Produk Herbal Modern Berbahan Alami
Cegah Stroke Sebelum Terlambat, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Saraf
Produk Baru Prudential Lindungi Keluarga Akibat Penyakit Kritis
Dr. Handojo Sebut Diabetes Gestasional, Penyakit Yang Bisa Diidap Ibu Hamil
Industri Game di Indoneaia Sumbang Pendapatan Rp 1 Triliun Per Tahun
Seanuts II Akan Mengamati 18 Ribu Anak di Empat Negara Terkait Status Gizi
Peduli Stunting, Energen Gencar Kampanyekan Sarapan Sehat