Ini alasan kenapa kulit buah apel sebaiknya dikupas
Apel
Bandung.merdeka.com - Buah-buahan menjadi salah satu komoditas yang banyak dijual di supermarket. Sebagian besar produk yang dijual merupakan buah impor. Apel merupakan jenis buah impor yang banyak dijual di pasaran terutaadi supermarket.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasliah menuturkan buah apel impor merupakan salah satu jenis buah-buahan yang dilapisi lilin atau wax. Hal ini dilakukan untuk melapisi permukaan kulitnya agar kondisi buah tetap segar.
"Buah ini kan diimpor dari luar negeri seperti Amerika dan China. Memang tidak bisa dihindarai karena perjalanan cukup lama. Sehingga buah-buahan impor ini ditutupi dengan lilin," ujar Elly di sela sidak yang dilakukan di supermarket yamg berada di Jalan Rajawali, Kota Bandung, Kamis (28/4).
Menurut Elly, meski permukaan kulit buah dilapisi oleh lilin, namun tidak berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi. Meski tidak membahayakan jika itu dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu lama akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Untuk itu Elly mengimbau kepada masyarakat, jika akan makan buah-buahan impor seperti apel, sebaiknya kulitnya dikupas terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar lapisan lilin yang menenpel di bagian kulit tidak ikut termakan.
"Jadi sebaiknya kalau mau makan apel dikupas dulu kulitnya. Meski tidak berbahaya jika dimakan, tapi kalau dikonsumsi terus menerus akibatnya tidak baik untuk tubuh," pungkasnya.
Tag Terkait
Sinergia Group Hadirkan Produk Perawatan Kulit Berbahan Red Algae
Jangan Abaikan Kesehatan Organ Intim Wanita, Begini Cara Merawatnya
Pemenang 'Bayi Tabung Bersama Irwansyah dan Zaskia Sungkar' Diumumkan
TIA Pharma Meluncurkan Produk Herbal Modern Berbahan Alami
Cegah Stroke Sebelum Terlambat, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Saraf
Produk Baru Prudential Lindungi Keluarga Akibat Penyakit Kritis
Dr. Handojo Sebut Diabetes Gestasional, Penyakit Yang Bisa Diidap Ibu Hamil
Industri Game di Indoneaia Sumbang Pendapatan Rp 1 Triliun Per Tahun
Seanuts II Akan Mengamati 18 Ribu Anak di Empat Negara Terkait Status Gizi
Peduli Stunting, Energen Gencar Kampanyekan Sarapan Sehat