White pupil dikhawatirkan banyak menyerang anak-anak
Perayaan Rumah Sakit Mata Cicendo
Bandung.merdeka.com - Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek mengatakan, tanda putih pada pupil mata atau dikenal dengan nama white pupil dikhawatirkan banyak menyerang pada anak-anak. Terlebih jika deteksi dini tidak dilakukan oleh para orangtua.
Wnite pupil yang terjadi pada orang dewasa merupakan tanda-tanda terjadinya penyakit katarak, sedangkan pada anak tanda putih pasa pupil mata ini bisa menyebabkan kanker mata dan dampaknya bisa menyebabkan kebutaan.
"White pupil itu di tengah mata kita ada putih-putih gitu seperti uban. Kalau ada putih harus dioperasi dan orangnya baru bisa melihat kembali," ujar Nila kepada wartawan saat ditemui dalam acara "108 Tahun Melayani Rumah Sakit Mata Cicendo: Kita Bersama Untuk Mereka", Minggu (5/2).
Deteksi dini adanya retinoblastoma di dalam mata seorang anak yang terlihat warna putih pada pupil matanya atau white pupil ini bisa dilakukan dengan cara memeriksakan mata ke dokter.
"Bahayanya kalau sudah kanker mata karena pengobatan yang terlambat ini bisa menyebabkan kebutaan. Makanya selama bisa dideteksi secara dini, lebih baik dilakukan dengan cepat," jelasnya.
Retinoblastoma merupakan tumor ganas mata yang paling sering terjadi pada anak. Leukocoria atau pupil putih atau seperti mata kucing merupakan tanda klinis awal yang terserig ditemukan oleh orangtua atau orang-orang disekitar pasien. Penyakit ini bukan hanya mengancam penglihatan tetapi juga nyawa.
Tag Terkait
Sinergia Group Hadirkan Produk Perawatan Kulit Berbahan Red Algae
Jangan Abaikan Kesehatan Organ Intim Wanita, Begini Cara Merawatnya
Pemenang 'Bayi Tabung Bersama Irwansyah dan Zaskia Sungkar' Diumumkan
TIA Pharma Meluncurkan Produk Herbal Modern Berbahan Alami
Cegah Stroke Sebelum Terlambat, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Saraf
Produk Baru Prudential Lindungi Keluarga Akibat Penyakit Kritis
Dr. Handojo Sebut Diabetes Gestasional, Penyakit Yang Bisa Diidap Ibu Hamil
Industri Game di Indoneaia Sumbang Pendapatan Rp 1 Triliun Per Tahun
Seanuts II Akan Mengamati 18 Ribu Anak di Empat Negara Terkait Status Gizi
Peduli Stunting, Energen Gencar Kampanyekan Sarapan Sehat