Dosen Unpad kembangkan obat herbal diabetes dari biji pala

Keri Lestari
Bandung.merdeka.com - Motivasi dan inspirasi bisa datang dari orang-orang terdekat, terutama keluarga. Hal ini dirasakan Dr. Keri Lestari, dosen Fakultas Farmasi Unpad yang membuat obat herbal diabetes dari ekstrak biji pala bernama Glucopala.
Menurut Ibu dua anak ini, pembuatan Glucopala melalui serangkaian proses yang sangat panjang. Berawal dari keingintahuannya mengatasi penyakit diabetes di lingkungan keluarganya. Ia mulai mencari-cari informasi mengenai pengobatan diabetes. Hingga akhirnya ia mengambil program Magister Kimia Klinik di Institut Teknologi Bandung dan mulai serius melakukan riset biji pala.
Hingga kemudian perempuan kelahiran Bandung 27 April 1969 itu terlibat joint research. Dalam rangka mendapat beasiswa Sandwich-S3 di Yonsei University, Korea. Hasilnya diketahui bahwa ekstrak biji pala mengandung dual agonis PPAR alfa dan PPAR gamma.
Dual agonis PPAR alfa dan PPAR gamma merupakan dua sel inti yang berperan mengatasi tingginya kadar gula dan gangguan pada metabolisme lemak sebagaimana yang dialami pada pasien diabetes melitus.
Dengan kata lain, Glucopala merupakan herbal pertama yang yang mengandung dual agonis. Sebelumnya obat diabetes yang diklaim mengandung dual agonis adalah Lipaglin hasil penelitian India yang launching pada 2013. Bedanya, Lipaglin adalah obat bukan herbal. Lipaglin diklaim sebagai The First Dual Agonis PPAR Gamma dan PPAR Alfa in the Word.
Penelitian terus dilakukan setelah ia berhasil meraih gelar doktor Ilmu Kimia Unpad (2010). Ia kemudian berkesempatan mempresentasikan penelitiannya di depan Kementerian BUMN yang waktu itu dipimpin Dahlan Iskan.
Melalui Kementerian BUMN ada lima hasil penelitian yang diperkenalkan kepada BUMN, salah satunya obat herbal pala. Dari lima hasil penelitian tersebut hanya satu penelitian yang berlanjut ke proses hilirisai, yaitu pala.
Saat ini Keri bekerja sama mengembangkan obat herbal pala tersebut dengan salah satu BUMN bidang farmasi, yakni Kimia Farma. “Kimia Farma sekarang komitmen, suport banget. Kita melakukan uji klinik bersama dengan Unpad,” kata dia kepada Merdeka Bandung.
Keri Lestari kini menjabat Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, Inovasi, dan Usaha Unpad. Sebelumnya ia adalah Dekan Fakultas Farmasi Unpad dan pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Farmasi Unpad (2010-2014).
Staf pengajar Program Sarjana, Profesi, dan Magister Fakultas Farmasi Unpad ini memegang hak paten pembuatan dan penggunaan ekstrak biji pala sebagai anti hiperglikemik untuk obat anti diabetes pada pasien diabetes tipe 2. Ia juga pemegang hak paten sedian bahan untuk obat anti dislipidemik menggunakan ekstrak biji pala dan metode pembuatannya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak