Rumah Zakat Bandung 16 tahun inovasi kornet kurban

Marketing Strategic Division Head Rumah Zakat, Yesi Mariska Indira
Bandung.merdeka.com - Bandung menjadi kota pertama di Indonesia yang melakukan inovasi kurban dengan cara dikornetkan. Inovasi ini dilakukan oleh lembaga zakat Rumah Zakat. Daging kurban yang dikornetkan memiliki manfaat yang panjang dan lama.
“Kami yang pertama melakukan kornetisasi kurban di Indonesia,” kata Marketing Strategic Division Head Rumah Zakat, Yesi Mariska Indira, saat ditemui Merdeka Bandung di Kantor Pusat Rumah Zakat, Jalan Turangga, Bandung, Senin (5/9).
Pembuatan daging kurban yang dikornetkan, kata Yesi, sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat Bukhari Muslim disebutkan, sejak zaman Rasulullah SAW sudah dilakukan pengawetan daging kurban dengan cara pengasinan. Dengan cara tersebut, daging kurban tidak habis dalam tempo singkat, manfaatnya menjadi jangka panjang.
“Kornetiasi ada dasarnya dari riwayat Rasul, bahwa kita boleh menyimpanan daging kurban, misalnya untuk menghadapi masa paceklik. Sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan daging meski periode kurban sudah lewat,” katanya.
Metode kurban yang dikornetkan, terbukti sangat relevan dengan zaman sekarang. Indonesia memiliki daerah yang luas, beberapa daerah kerap dilanda bencana alam maupun rawan pangan. Saat itulah daging kurban Rumah Zakat dengan merek Suerqurban didistribusikan.
“Superqurban tepat untuk pembinaan gizi dan siaga bencana. Beda dengan mie instan, kornet memiliki protein yang lebih dalam membantu meningkatkan gizi masyarakat,” ujar yesi.
Inovasi daging kurban yang dikornetkan sudah dijalankan Rumah Zakat sejak 16 tahun lalu. Sebelum tahun 2000, Rumah Zakat melakukan pengkornetan di Australia. Baru setelah itu pengkornetan dilakukan di Indonesia.
Meski dikornetkan, penyembelihan hewan kurban tetap dilakukan pada periode kurban. Prosesi penyembelihan mendapat sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Daging yang dikornetkan murni daging, tidak dicampur dengan jeroan. “Sehingga kualitas daging kornet kami nomor satu, juga sudah mendapat sertifikat halal dari MUI,” katanya.
Bagi masyarakat yang mau berkurban, Rumah Zakat menyediakan beberapa pilihan Superqurban. Untuk satu ekor kambing harganya Rp 2,25 juta yang dikornetkan menjadi 40 kaleng kornet kambing, 1/7 sapi Rp 2,4 juta (50 kaleng kornet sapi) dan satu ekor sapi Rp 16,7 juta (350 kaleng kornet sapi).
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak