Tribute to Sukarno di rumah Inggit Garnasih

user
Mohammad Taufik 01 Oktober 2016, 10:33 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Berbicara tentang Sukarno tidak pernah ada habisnya. Selalu banyak sisi yang bisa digali. Presiden pertama RI ini menginspirasi banyak kalangan, termasuk generasi muda yang lahir jauh sesudah jaman Sukarno.

Hal itu pula yang mendorong digelarnya Tribute to Sukarno di Rumah Inggit Garnasih, Jalan Ciateul, Bandung. Tribute ini terdiri dari serangkaian acara terkait Sukarno, mulai dari napak tilas perjalanan Bung Karno meliputi Gedung Konferensi Asia Afrika, Penjara Banceuy, Gedung Indonesia Menggugat, dan Rumah Ibu Inggit Garnasih.

Di Rumah Ibu Inggit Garnasih digelar beberapa acara mulai dari konser Marhaen yang disajikan musisi Iksan Skuter, monolog kebangsaan, pembacaan puisi, hingga diskusi tentang peran Sukarno dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Ketua Panitia Tribute to Sukarno, Ren Muhammad, mengatakan acara tersebut sebagai bentuk terima kasih anak muda terhadap Sukarno yang jasa-jasanya sangat besar bagi bangsa Indonesia.

"Bangsa ini ada tidak lepas dari jasa Bung Karno. Kami sebagai anak muda sudah selayaknya berterimakasih lewat acara ini," kata Ren Muhammad, Jumat (30/9).

Ia mengakui, Tribute to Sukarno dikemas dalam acara yang sederhana. Kendati demikian, acara tersebut didasari niat yang mulia, yakni menghormati jasa-jasa Bung Karno.

Ia menuturkan, Bung Karno adalah tokoh besar berskala internasional. Di mata dunia, nama Sukarno begitu harum. Namun ia khawatir banyak generasi muda Indonesia yang tidak mengetahui jejak rekam Sukarno.

"Generasi muda sekarang mungkin lebih mengenal Justin Biber daripada Sukarno. Jadi kita ingin member penghormatan tingkat tinggi kepada Bung Karno yang semasa mudanya menghabiskan waktunya untuk bangsa ini. Apa salahnya kita sebagai anak muda berterima kasih," kata Ren Muhammad yang aktif dalam komunitas Khatulistiwamuda.

Menurutnya, generasi muda harus mengenal gagasan Bung Karno untuk diterapkan di masa kini. Ia mengungkapkan banyak gagasan Sukarno yang masih relevan, antara lain berdikari atau mandiri secara politik, ekonomi dan kebudayaan.

Rencananya tribute tersebut akan terus bergulir tiap tahunnya menjadi tribute satu, dua, tiga dan seterusnya. Tempatnya bisa berpindah-pindah mulai di Bandung, Jakarta, hingga tempat Sukarno dibuang, antara lain Ende, Nusa Tenggara Timur.

Tribute to Sukarno digagas di Solo sejak Mei lalu. Bandung, tepatnya Rumah Inggit Garnasih, dipilih menjadi tempat Tribute to Sukarno yang pertama karena di sinilah Sukarno menemukan gerak perjuangannya. Inggit Garnasih sendiri merupakan istri pertama Bung Karno yang berperan besar dalam membentuk kepribadian dan pemikiran Bung Karno.

Tahun depan, Khatulistiwamuda juga ingin mendorong pemerintah membangun museum Sukarno. Selama ini, pemerintah belum memiliki museum yang khusus menyimpan peninggalan-peninggalan Sukarno.

"Kita inginnya Monumen Nasional (Monas) menjadi Museum Sukarno. Saat ini tidak ada museum Sukarno yang dikelola pemerintah, baru oleh swasta. Target kita Monas jadi museum Sukarno tahun depan," katanya.

Kredit

Bagikan