15 Tahun Komunitas Tobucil, lebih banyak duka atau suka?

user
Mohammad Taufik 05 Juni 2016, 09:20 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Komunitas Toko Buku Kecil (Tobucil) tahun ini genap berisia 15 tahun. Usia yang tidak muda lagi untuk sebuah komunitas. Merayakan 15 tahun Tobucil, komunitas literasi dan hobi ini menyiapkan dua tumpeng nasi kuning.

Sebelum memotong tumpeng, pendiri Tobucil & Klab, Tarlen Handayani, sendiri memberikan sambutan. "Sekalian makan siang kita syukuran 15 tahun Tobucil. Banyak teman yang datang dan banyak juga yang pergi," kata Tarlen, Sabtu (4/6).

Tarlen menuturkan, Tobucil sebenarnya berdiri 2 Mei 15 tahun lalu. Selama 9 tahun berkegiatan di Tobucil Jalan Aceh 56 Bandung. Namun baru kali ini ulang tahun Tobucil dirayakan terkait dengan menyambut Ramadan dan pindahan Tobucil ke tempat baru, yakni Jalan Panaitan Bandung.

"Selama 9 tahun di sini banyak sekali kegiatan di sini. Tapi percaya lebih banyak senangnya dari pada sedihnya," kata alumnus Unisba, dengan suara berat.

Ia kemudian memimpin doa sebelum mulai memotong tumpeng. "Terimakasih banyak ya Allah. Ijinkan kami mengucapkan syukur atas kebersamaan dan segala kebaikan dari-Mu," katanya.

Potongan tumpeng pertama diberikan kepada Mas Yono, pemilik rumah yang dikontrak Tobucil & Klab selama 9 tahun terakhir.

Tobucil salah satu komunitas tertua di Bandung. Komunitas yang mencetuskan gerakan literasi ini berdiri dalam suasana reformasi yang baru seumur jagung. Waktu itu pemuda Indonesia, khususnya Bandung, berada dalam pusaran euforia reformasi.

Kegiatan Tobucil pun lebih banyak mengkaji literasi sosial, sastra, filsafat dan seterusnya. Kini, tak terasa Tobucil sudah berusia 15 tahun. Model literasi pun mulai bergeser menjadi lebih praktis.

Di Tobucil pun berdiri berbagai macam klab atau kelas, antara lain kelas fotografi dan kelas public speaking yang sudah menghasilkan banyak angkatan dari berbagai kalangan mulai mahasiswa, profesional, guru, ibu rumah tangga dan lainnya.

Kredit

Bagikan