Menelusuri sejarah Lembang bersama Komunitas Lembang Heritage

Anggota Lembang Heritage berfoto di Taman Junghuhn
Bandung.merdeka.com - Lembang tidak hanya kaya akan tempat wisata. Wilayah yang berada di Kecamatan di Bandung utara ini juga memiliki kekayaan sejarah. Sejarah Lembang bersinggungan dengan ilmu pengetahuan hingga Kolonialisme Belanda.
Banyaknya peninggalan sejarah di Lembang mendorong dibentuknya Komunitas Lembang Heritage. Komunitas ini berusaha menemukan kembali kepingan-kepingan sejarah Lembang yang tercecer.
Lembang Heritage digagas Malia Nur Alifa, Indra KH, dan Mochamad Sopian Ansori pada 15 Juni 2014. Awalnya komunitas ini bernama Balad Junghuhn, nama ini mengacu pada ilmuwan Franz Wilhelm Junghuhn (1809 – 1864) yang dimakamkan di Taman Junghuhn, Jayagiri, Lembang.
Junghuhn adalah orang pertama yang menanam pohon kina di Indonesia. Lewat jasanya itu penyakit malaria yang dulu mewabah berhasil dikurangi secara drastis. Selain itu lelaki kelahiran Mansfeld, Jerman, ini juga berhasil memetakan seluruh gunung di Pulau Jawa. Karyanya dibukukan lewat Kaart van Het Einland Java yang isinya lebih lengkap daripada Map of Java lewat History of Java (1817) karya Thomas Stamford Raffles.
Namun nama komunitas Balad Junghuhn kemudian berubah menjadi Lembang Heritage. “Agar lebih kental membawa nama Lembang dalam komunitas,” kata salah satu penggagas Lembang Heritage, Indra KH, kepada Merdeka Bandung.
Menurut Indra KH yang didapuk sebagai Ketua Lembang Heritage, berdirinya Lembang Heritage berawal dengan saling tukar menukar informasi tentang Lembang di media sosial. Beberapa penggagas yang merupakan warga Lembang kemudian berinisiatif membentuk komunitas yang khusus menelusuri sejarah Lembang.
“Pembentukan Lembang Heritage juga didorong minimnya informasi tentang sejarah Lembang,” katanya.
Anggota Lembang Heritage berfoto di Grand Hotel Lembang
© 2016 merdeka.com/Komunitas Lembang Heritage
Selanjutnya Lembang Heritage menjadi wahana bertukar informasi dan literatur tentang Lembang di antara anggota komunitas khususnya dan masyarakat umumnya.
Cara kerja Lembang Heritage dalam menelusuri sejarah Lembang terbilang unik. Pertama-tama komunitas mengumpulkan berita atau foto tentang Lembang masa lalu, baik tokoh maupun tempat. Sumbernya dari internet, buku, koran lawas, atau informasi dari masyarakat.
Setelah mendapat informasi awal tersebut, para pegiat kemudian mendatangi tempat atau tokoh untuk melakukan verifikasi. Tujuannya untuk memastikan apakah lokasi atau tokoh tersebut masih ada, melihat kondisinya, dan seterusnya.
“Jika tokoh yang disebutkan sudah meninggal dunia. Para penggiat komunitas akan mencoba mencari makamnya dan menggali kisah dari keluarganya,” tuturnya.
Beberapa tempat yang sudah ditelusuri Lembang Heritage antara lain Pendopo Lembang, Alun-alun Lembang. Di sini Lembang Heritage menelusuri peninggalan Lembangsche Melkerij Ursone, yaitu peternakan legendaris di zaman Belanda.
Objek lainnya eks Rumah Sakit Malaria di Jayagiri, Taman Junghuhn dan usaha selai strawberry Monteiro, Balitsa, eks Hotel Tangkoebang Prahoe, Grand Hotel Lembang, dan lain-lain.
Saat ini anggota aktif Lembang Heritage sekitar 20 orang sedangkan jumlah anggota di Facebook sebanyak 160 orang dan di Twitter 179 follower. Anggota komunitas berasal dari berbagai kalangan mulai pegawai swasta, PNS, ibu rumah tangga, mahasiswa, guru, pelajar, wartawan, pedagang, seniman, dan penggiat literasi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak