Akan diresmikan, Museum Taman Pramuka kekurangan dana

user
Farah Fuadona 26 Februari 2016, 10:39 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Satu lagi wisata sejarah yang disiapkan di Kota Bandung, yaitu Museum Taman Pramuka. Museum ini menyimpan benda-benda terkait sejarah kepramukaan. Letaknya tepat di tengah Taman Pramuka yang di masa lalu bernama Oranje Plein

Namun, museum tersebut kini belum bisa dikunjungi untuk umum karena masih dalam pembenahan dan persiapan. Meski demikian Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bandung sebagai pengelola museum sudah menyiapkan benda-benda sejarah seperti foto, tiska-tiska kegiatan tingkat daerah sampai dunia, bendera kesakaan, piagam penghargaan dan artefak-artefak lainnya.

Hingga kini pengumpulan terus dilakukan. “Belum diresmikan, kita masih pengumpulan benda-benda dan persiapan SDM,” kata Humas Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bandung, Benny Kurniawan, di Sekretariat Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bandung, Jalan Martadinata (Riau), kepada Merdeka Bandung.

Selain itu, masalah dana dan SDM juga menjadi kendala. Sejak 2012, Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bandung tidak mendapat lagi hibah dari Pemkot Bandung. Otomatis Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bandung harus mandiri dari segi pendanaan. Hal ini berimbas pada rencana pembukaan museum.

“Belum resmi karena terkendala anggaran. Kita nol rupiah dari Pemerintah Kota Bandung. Kembali ke jiwa kemandirian,” katanya.

Rencananya, museum akan menempati sebuah rumah tua yang ada di tengah Taman Pramuka. Saat ini rumah tersebut baru sebatas tempat penyimpanan benda-benda bersejarah.

Ke depan, diharapkan museum segera bisa diakses umum. “Orang tak hanya ikut kemah di sini, tapi mereka bisa nikmati museum juga. Tapi karena SDM dan dana, kami masih menunda rencana pembukaan museum,” ujarnya.

Jika ada dana, diharapkan museum akan menambah ikon Bandung, khususnya di bidang kepramukaan. Museum juga akan menjadi benang merah bagi generasi pramuka saat ini dengan sejarah keperamukaan.

Kredit

Bagikan