Suka berpetualang? gabung di Komunitas The Young Glove


The Young Glove. ©2015 Merdeka.com/Dian
Bandung.merdeka.com - Melakukan kegiatan di alam bebas kini menjadi kegiatan banyak diminati oleh masyarakat, terutama anak-anak muda. Sejenak melepas penat dari hiruk pikuk aktivitas rutin tak ada salahnya jika sesekali dilakukan dengan melakukan aktivitas di alam bebas.
Itulah yang menjadi bagian kegiatan dari Komunitas the Young Glove. Komunitas yang baru berdiri sejak 7 Agustus 2015 ini melakukan beragam kegiatan di alam bebas salah satunya melakukan pendakian.
"Awalnya iseng iseng saja. Waktu itu ada ajakan open trip naik gunung di Facebook. Tanggal 7 Agustus 2015 kemarin kita trip ke Gunung Ciremai dan kami belum saling kenal. Nah pulang dari Ciremai kita berfikir membuat wadah untuk menampung kegiatan kita. Dari situlah awal mula terbentuk komunitas the Young Gloves,"ujar Ketua The Young Gloves Bagus Daryono kepada Merdeka.com, Jumat (9/10).
Nama young gloves sendiri cukup unik karena memiliki makna tersendiri. Huruf Y merupakan years (bertahun tahun) yang berarti keberadaan komunitas harus terus eksis. Huruf O merupakan one yang berarti komunitas ini berasal dari semua kalangan yang disatukan dalam komunitas ini. Huruf U merupakan unity (persatuan) yang berarti semua anggota dalam konunitas ini memiliki kesatauan dan menyampingkan ego individu. Huruf N merupakan nature (alam) yang berarti kegiatan komunitas ini dilakukan di alam terbuka. Sementara G merupakan Glory (kejayaan) yang berarti komunitas ini mengharapkan kejayaaan. Sementara untuk kata gloves sendiri merupakan penyatuan dari dua kata yakni green and love adventure.
Adapun untuk kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini yakni melakukan aktivitas pendakian ke beberapa tempat di kawasan Bandung Raya. Sebut saja lokasi lokasi seperti Gunung Puntang di Banjaran, Gunung rakutak di Ciparay, Gunung Burangrang, Manglayang.
"Untuk awal kita ingin eksplore di wilayah Bandung dulu. Masak kota sendiri saja belum," kata Bagus
Tak hanya kegiatan di alam bebas saja yang dilakukan oleh komunitas ini, kegiatan sosial juga menjadi agenda rutin dari komunitas ini. Dalam waktu dekat komunitas ini akan menggelar aksi bakti sosial.
"Tangal 24 Oktober ini kita akan gelar baksos dengan anak anak jalanan. Kita akan bagi bagi eskrim dan ngedatangin sekolah anak jalanan untuk ngasih materi," ucapnya.
Jumlah anggota komunitas the Young Gloves saat ini ada 60 orang. Mereka datang dari berbagai latar belakang yang memiliki minat yang sama untuk kegiatan pendakian, mulai dari pekerja kantoran, wiraswasta dan mahasiswa, bahkan ada juga anggota yang masih pelajar. Tak hanya laki laki, di komunitas ini juga ada anggota wanita.
Jika anda tak memiliki punya pengalaman untuk kegiatan pendakian tak usah khawatir. Sebab teman teman di komunitas dengan senang hati akan saling berbagi pengalaman saat berkegiatan di alam bebas.
"Jadi untuk ga punya pengalaman ga usah khawatir. Karena di komunitas kita punya pembina yang punya segudang pengalaman. Sebelum trip pasti ada pembekalan. Kebetulan di kita ada survival class. Di situ kami belajar bagaimana teknik survival di hutan seperti navigasi darat, kemudian bagaimana bertahan hidup jika persediaan makanan habis . Itu nanti akan diajarkan," ungkap Bagus.
Jika ingin bergabung dengan komunitas ini pantau saja kegiatan mereka di media sosial. Mereka kerap memposting kegiatan kegiatan yang akan dilakukan. Akun facebook : the young gloves adventure, Twitter @theyounggloves dan Instagram : the youmg gloves. Untuk bertanya lebih jauh bisa juga add line komunitas ini yakni the young gloves.
"Gampang sekali buat yang mau gabung dengan kita. Intinya setiap trip yang akan kita lakukan pasti kita posting di media sosial, jadi langsung gabung aja. Dan komunitas ini terbuka untuk siapapun. Jadi kalau ada trip ikut trip ikut. Begitu seterusnya,"kata Bagus.
Dalam waktu dekat rencanantya komunitas ini akan melakukan trip ke Gunung Slamet. Jika anda memiliki minat untuk bepetualang dengan alam, silakan bergabung.
Selamat berpetualang
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak