Komunitas Aleut, mencintai sejarah kota dengan cara berbeda


Komunitas Aleut
Bandung.merdeka.com - Kota Bandung dikenal sebagai kota yang banyak menyimpan peninggalan sejarah. Berbagai warisan peninggalan Belanda dapat dengan mudah dijumpai di berbagai sudut kota. Sebagian besar peninggalan tersebut berwujud bangunan bergaya arsitektur zaman colonial. Namun sayangnya sebagian masyarakat belum sepenuhnya tahu atau bahkan tidak mengenal beragam peninggalan sejarah tersebut.
Adalah Komunitas Aleut yang mencoba ingin membangun kesadaran masyarakat untuk mengenal sejarah. Aleut sendiri merupakan kata dari bahasa Sunda yang artinya berjalan beriringan. Nama Aleut diambil karena setiap berkegiatan, aktivitas mereka selalu dilakukan bersama-sama saat mempelajari sebuah tempat bersejarah.
Uniknya komunitas ini mempelajari sejarah dengan cara mendatangi langsung tempat-tempat bersejarah yang dituju. Metode ini dinilai cukup efektif untuk memberikan pengetahuan baru bagi anggota yang ingin belajar sejarah secara langsung.
"Sejarah itu bukan melulu soal proklamasi, sumpah pemuda. Sebenarnya banyak di Kota Bandung juga menarik dibicarakan. Jadi sejarah itu lebih fun, enggak harus melulu belajar tentang tahun, tokoh-tokohnya yang harus hafal siapa aja," ujar salah seorang Koordinator Komunitas Aleut Arya Vidya Utama saat berbincang dengan Merdeka.com di Sekretariat Komunitas Aleut, Jalan Selontongan, Kota Bandung, Sabtu (3/10)
Komunitas yang berdiri sejak 2006 ini banyak menggelar kegiatan. Setiap hari Minggu, Komunitas Aleut rutin mendatangi lokasi-lokasi bersejarah. Hampir seluruh lokasi bersejarah di Kota Bandung telah disambangi oleh komunitas ini. Sebut saja kawasan Asia Afrika, Braga dan lokasi-lokasi lainnya.
"Kita ngumpul di satu titik untuk briefing dulu, diberi pengantarnya dulu dan biasanya sebelum memulai kegiatan itu kita ada sesi perkenalan, asal dari mana, kuliah atau kerja di mana, setelah itu baru kita jalan. Rutinnya kegiatan ini dilakukan setiap Minggu. Namun ngaleutnya di luar hari Minggu juga ada, kalau akses yang agak sulit biasanya di hari kerja," kata Arya.
Tak hanya Kota Bandung saja, beberapa tempat di daerah pendukung Bandung seperti Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, wilayah Bandung Selatan beberapa kali telah disambangi. Bahkan sejumlah lokasi bersejarah yang di luar wilayah Bandung Raya, seperti Cirebon juga tak luput dari kunjungan komunitas ini.
Saat ini jumlah anggota aktif Komunitas Aleut sekitar 100 orang. Selain berkegiatan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, komunitas ini juga menggelar kelas resensi buku. Kelas resensi buku ini digelar setiap hari Sabtu. Setiap anggota komunitas diwajibkan membaca salah satu jenis buku yang dipilih sesuai minatnya.
Nantinya masing-masing anggota menjelaskan isi buku yang dibacanya tersebut kepada anggota lain. "Jadi setiap hari Sabtu ada kelas resensi buku. Kita sharing buku-buku yang dibaca oleh setiap anggota. Tak melulu harus buku soal sejarah, bisa filsafat, militer, cerpen, buku apapun pokoknya," ucapnya.
Tak hanya itu, komunitas ini juga sempat beberapa kali mendatangkan narasumber yang diundang secara khusus untuk membahas salah satu topic. Topic yang dibahas juga beraneka ragam.
"Kita juag pernah ngobrol dengan orang-orang yang cukup ahli, misalnya Kimung pernah kita undang untuk belajar tentang karinding," katanya.
Salah satu tujuan utama dari Komunitas Aleut yakni membangun kesadaran warga untuk mencintai kotanya dengan mengenal sejarah. Namun penyampaiannya dikemas dengan cara lebih menyenangkan.
"Utamanya lebih ke kesadaran tempat tempat bersejarah. Dengan kenal kan lebih cinta kotanya. Setelah cinta pasti lebih menjaga kotanya. Itu sih tujuan kita seperti itu, kenal, cinta jaga. Selain itu, di Bandung banyak yang bukan asli orang Bandung, bisa dia kuliah ataun cuma kerja di Bandung. Kita harapkan semangat ini bisa mereka bawa ke kota mereka masing masing. Jadi ketika mereka meninggalkan Bandung. Semangat itu bisa dibawa dan bisa menular," katanya.
Untuk menjadi anggota dari komunitas ini cukup mudah. Anggota cukup melihat rencana kegiatan yang diposting di media sosial Komunitas Aleut. Cukup follow akun twitter @komunitasaleut, Instagram @komunitasaleut fans page Facebook komunitas alut.
Setelah itu cukup mengkonfirmasikan kehadiran kepada nomor telepon yang tertera. Setelah itu tinggal datang ke lokasi titik kumpul yang telah ditentukan. Untuk informasi lebih detail juga bisa mengankses laman www.aleut.wordpress.com. Setiap anggota baru dikenakan biaya pendaftaran Rp 10 ribu untuk satu tahun plus dapet pin keanggotaan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak