Perbaikan rumput GBLA dianggarkan Rp 400 juta, target Desember selesai


Perbaikan rumput GBLA
Bandung.merdeka.com - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung yang mengalami kerusakan di bagian rumput pasca-pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 Jabar, saat ini dalam perbaikan. Ditargetkan Desember 2016 rumput sudah kembali pulih dan bisa digunakan.
Hal itu diketahui usai Sekda Jabar Iwa Karniwa meninjau Stadion GBLA, Kamis (6/10). Iwa yang merupakan Ketua Harian Umum PB PON Jabar tampak didampingi Kepala Diskimrum Bambang Rianto.
"Sebagai bentuk pertanggung jawaban dari PB PON, masyakarat Jawa Barat enggak usah khawatir karena kita akan bertanggung jawab bahkan perbaikan ini hasilnya bisa lebih baik," kata Iwa di lokasi yang bertelanjang kaki saat meninjau rumput GBLA.
Menurut dia, perbaikan rumput GBLA terus diintensifkan mulai Senin 3 Oktober lalu. Jika perbaikan terus dilakukan tanpa kendala cuaca, dalam satu bulan rumput GBLA akan kembali hijau seperti semula.
"Sesuai dengan saran dan ahli 60 hari perbaikan ini beres. Tapi baru benar-benar bisa digunakan sekitar Desember nanti," ujarnya. Dia menambahkan dari 10 ribu meter persegi rumput yang terhampar, 2.500 memang diganti baru.
Penggantian rumput baru dengan jumlah tersebut karena bagian tersebut selama penyelenggaraan PON tertutup panel panggung. Sehingga rumput hidup tersebut tidak mendapatkan udara baik dan sinar matahari yang layak. Rumput yang semula hijau menjadi kuning akibat kekeringan.
"Diganti rumput tidak total jadi sekitar 2.500 meter persegi dari 10 ribu meter persegi. Artinya hanya 25 persen penggantian rumput ini, sisanya perbaikan saja," terangnya.
Menurut Tajudin (42), pelaksana lapangan Stadion GBLA, perbaikan rumput dilakukan secara bertahap. Dalam pekan awal pasca-kerusakan, tim yang bekerja fokus melakukan pemotongan rumput rusak.
"Lalu awal pekan depan, pemberian nutrisi rumput," terangnya. Sehingga, dia melanjutkan, dalam satu bulan perbaikan rumput selesai. "Sisanya hanya menunggu rumput berkembang. Sehingga Desember sudah bisa digunakan."
PB PON sendiri menganggarkan Rp 400 juta untuk perbaikan rumput rusak. Duit tersebut memang sudah dialokasikan sebelum PON berlangsung, sebab kerusakan rumput sudah diprediksi sebelum kejuaraan empat tahunan tersebut digelar, dimana Jabar bertindak sebagai tuan rumah.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak