Satpol PP Kota Bandung tertibkan bangunan liar di Jalan Karawang

Pembongkaran bangunan liar
Bandung.merdeka.com - Satuan Polisi Pamomg Praja (Satpol PP) Kota Bandung kembali menertibkan puluhan bangunan liar di Jalan Karawang. Puluhan bangunan ini ditertibkan lantaran berdiri di atas lahan milik Pemkot Bandung.
Ratusan petugas dari Satpol PP, linmas dibantu kepolisian tampak berjaga di lokasi penertiban. Satu unit alat berat dikerahkan untuk membongkar bangunan.
Kepala Satpol PP Kota Bandung Eddy Marwoto mengatakan, penertiban ini merupakan lanjutan dari penertiban yang telah dilakukan pada awal 2015 lalu. Penertiban dilakukan lantaran masih ada sebagian warga yang tetap bertahan di lokasi, padahal berdiri di lahan milik Pemkot.
"Jadi masih ada sebagian warga yang bermukim dengan membangun bangunan liar. Pada saat pembongkaran tahap pertama sudah kita tawarkan untuk direlokasi. Namun sebagian besar menolak, terpaksa kita bongkar paksa," ujar Eddy kepada wartawan di sela penertiban, Kamis (6/10).
Menurut Eddy, ada 30 bangunan liar yang dibongkar oleh petugas. Puluhan bangunan ini dihuni oleh 55 kepala keluarga. Sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya telah memberikan surat peringatan kepada warga untuk segera mengosongkan. Namun karena tidak digubris, petugas akhirnya terpaksa melakukan pembongkaran.
"Surat itu seminggu yang lalu kita layangkan kepada warga untuk segera mengosongkan selama tiga hari. Dua kali kita rapat awal dan rapat akhir kita memutuskan (untuk membongkar), karena ini pelanggaran masuk penyerobotan tanah," katanya.
Eddy mengatakan, pihaknya juga telah menawarkan solusi kepada warga untuk direlokasi ke Rusunawa di Rancacili. Namun warga tetap menolak pindah dan bersikukuh tinggal di lahan milik pemkot.
"Pada saat pembongkaran tahap pertama sudah kita tawarkan itu. Namun sebgaian besar menolak ke Rancacili. Kita juga memberikan dana kerohiman tapi mereka juga menolak," katanya.
Untuk mengantisipasi warga kembali membangun rumah di lahan Pemkot, pihaknya berencana akan menutup semua akses menuju lokasi.
"Jadi nanti kita akan tutup akses seluruh yang masuk area ini, nanti akan di sterilkan," Ujar Eddy.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak