Warga Bandung masih banyak buang limbah tinja ke Sungai


Peneliti Unpad
Bandung.merdeka.com - Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Ardini Saptaningsih mengatakan sanitasi di Kota Bandung masih terbilang buruk. Bahkan kualitas airnya banyak tercemar limbah.
Ardini mengatakan salah satu sanitasi yang buruk di Kota Bandung adalah kualitas air yang tercemar di Kelurahan Taman Sari. Hal ini bersumber dari masih banyaknya warga yang membuang limbah rumah tangganya seperti limbah tinja ke Sungai Cikapundung.
Berdasarkan hasil riset dari 106 sampel air dari warga yang tinggal di bantaran Sungai Cikapundung, kondisi airnya tercemar.
"Saya melakukan penelitian, saat ini masih ada 80 persen yang buang limbah rumah tangga termasuk limbah buang airnya ke Sungai Cikapundung. Kami meneliti di kelurahan Taman Sari," kata Ardini dalam Seminar Sanitasi Perkotaan di Gedung Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eyckman, Sabtu (1/10).
Menurut dia, kebanyakan WC yang dimiliki masyarakat tidak sesuai standar sanitasi yang baik. Sehingga limbahnya terserap dan mencemari aliran air di sekitarnya.
"Mereka enggak punya toilet yang standar di mana pakai septic tank. Dan limbahnya disalurkan ke sana (Sungai Cikapundung)," katanya.
Ardini menyebutkan masalah buruknya sanitasi memang rentan terjadi di kota-kota besar seperti Kota Bandung. Arus urbanisasi yang tinggi berdampak pada meningkatnya kepadatan penduduk, sehingga volume limbah rumah tangga yang dihasilkan juga banyak.
Hal ini, kata dia, disebabkan karena minimnya kesadaran masyarakat di mana sengaja membuang limbahnya ke sungai. Selain itu faktor ketidaktahuan akan sanitasi yang baik juga membuat limbah yang dihasilkan di rumah mengalir ke sungai.
"Saat ini banyak yang sudah tercemar dari limbah rumah tangga. Buang air besar tidak boleh dialiri ke sungai, sawah, kebun, tanah, harus di toilet yang memenuhi standar kesehatan di mana harus ada septic tank yang menampung," ucapnya.
Padahal, ia menuturkan, lingkungan yang tercemar akibat sanitasi buruk cukup berbahaya. Air yang tercemar akan terkontaminasi bakteri jika dikonsumsi maka rentan terkena penyakit diare bahkan menyebabkan kematian.
Untuk itu Ardini menyarankan kepada pemerintah untuk menyiapkan rencana penataan tata ruang lebih baik. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung diharapkan juga memperketat izin mendirikan bangunan agar sesuai aturan yang tentunya ramah lingkungan.
"Pengawasan dan izin mendirikan bangunan harus diperketat. Di mana harus dipastikan ada septic tank di bangunan tersebut agar tidak buang limbah rumah tangganya ke sungai," ungkapnya.
Ardini juga mengimbau masyarakat sebagai pelaku utama untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan mengubah perilaku membuang limbah ke sungai yang harusnya airnya menjadi sumber kehidupan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak