Mengenang kisah cinta Sukarno dan Inggit Garnasih


Tito Zaini cucu Inggit Garnasih
Bandung.merdeka.com - Bicara tentang Sukarno tak lepas dari peran istri pertamanya, Inggit Garnasih. Perempuan asal Bandung itu mendukung Sukarno di masa perjuangan sampai menuju gerbang kemerdekaan.
"Betul Bung Karno dilahirkan ibunya dan dididik ayahnya, tapi dalam pelukan kasih sayang Inggit Garnasih beliau menjadi sosok pemimpin," kata cucu Inggit Garnasih, Tito Zaini Asmarahadi, dalam diskusi Tribute to Sukarno di rumah Inggit Garnasih, Jalan Ciateul, Bandung, Jumat (30/9).
"Bicara Bung Karno dan Inggit Garnasih seperti bicara sekeping mata uang yang tak bisa dipisahkan," kata anak Ratna Juami itu. Ratna Juami adalah anak angkat Bung Karno dan Inggit Garnasih.
Neneknya, kata Tito, adalah istri yang memiliki sifat keibuan yang mencintai suaminya sepenuh hati. Selain itu, neneknya juga kawan seperjuangan Sukarno muda.
"Mereka berdua mendaki gunung cita-cita, di balik gunung itu ada cahaya kemerdekaan. Mereka jatuh, bangun, bangkit lagi bukan hanya karena cinta sepasang suami istri, tetapi cinta pada rakyat dan bangsa ini. Cinta itu yang membuat mereka tangguh," ucap Tito.
Bersama Inggit dan anak mereka, Ratna Juami, Sukarno dibuang ke Ende, Nusa Tenggara Timur. Namun akhirnya Inggit hanya mampu mengantarkan Sukarno ke gerbang kemerdekaan.
"Akibat masalah rumah tangga mereka berpisah. Tapi tak perlu dipersalahkan, itu sudah kehendak Tuhan. Tuhan telah menulis sekenario yang tidak bisa diubah," katanya, mengacu pada perceraian Sukarno dan Inggit Garnasih.
Menurutnya, ada hikmah di balik perceraian itu. Mereka tetap saling mencintai dan mengunjungi. Walau tak lagi terikat sebagai suami-istri, mereka bertemu sebagai kawan seperjuangan. "Tahun 1961 Bung Karno menjenguk Inggit Garnasih di rumah ini," tuturnya.
Dalam kunjungan itu, sambung dia, Inggit mengusap-usap baju yang dipakai Sukarno. Inggit berpesan bahwa baju tersebut pemberian dari rakyat Indonesia. Bung Karno diminta menjaga pemberian dari rakyatnya sekaligus tidak melupakan rakyatnya.
Menurut dia, Bung Karno adalah arsitek Republik Indonesia. Ia berharap generasi penerus mampu meneruskan gagasan dan pemikirannya.
"Mudah-mudahan kita meneruskan api nasionalisme yang dinyalakan di Bandung ini," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak